Gagal di Chelsea, Kini Mau Dijual oleh Arsenal, Nasib Buruk Kai Havertz

Gilabola.com – Contoh kasus Kai Havertz memperlihatkan, jangan bawa keluarga saat hari pertama perkenalan di klub baru. Pokoknya jangan. Dua kali sang pemain Jerman bawa keluarganya datang, dua kali gagal, bukan?

Direksi Arsenal kini bersiap menerima tawaran untuk penyerang 24 tahun mereka itu setelah awal musim yang tidak mengesankan sama sekali di Emirates. Kontraknya masih berlangsung sampai Juni 2028, tetapi rumor mengatakan ia akan dijual segera, dengan harga rugi.

Tim merah kota London itu akan menyesali keputusan mereka mendatangkan pemain kelahiran 11 Juni 1999 tersebut setelah terbukti ia hanya mencatatkan satu gol dan satu assist di semua kompetisi untuk klub barunya itu.

Berapa Harga yang Dibayarkan Arsenal Untuk Datangkan Kai Havertz?

Sudah jangan disebut-sebut. Direksi Arsenal sedang sakit hati menyaksikan investasi yang ditanamkannya untuk pemain 24 tahun itu gagal total.

Mikel Arteta setuju mendatangkan Havertz pada musim panas 2023 kemarin dengan harga, tahu berapa? 1,3 Triliun rupiah lebih. Itu merupakan harga yang dimintakan oleh Chelsea usai mereka membayar harga yang sedikit lebih mahal, mendekati 1,4 Triliun rupiah lebih kepada Bayer Leverkusen.

The Gunners seharusnya sudah harus curiga. Pemain muda yang waktu itu masih 23 tahun bersedia dilepas oleh the Blues dengan harga rugi. Rupanya ada akal bulus di belakangnya. Chelsea tertawa, Arsenal merana.

Harga pasarnya kini sedikit di atas level 1 Triliun rupiah. Namun rumor menyebutkan ia akan dilepas dengan 40 juta euro saja, atau setara tidak sampai 670 Miliar rupiah saja. Semuanya agar segera terlepas dari beban gaji pemain tak berguna itu.

Berapa Gol Disumbangkan Kai Havertz di Arsenal dan Chelsea? 

Pemain dengan tinggi badan 193 centimeter itu sudah bermain 12 kali sebagai starter di semua kompetisi, lima kali turun sebagai pemain pengganti.

Sudah tahu kan berapa golnya? Satu saja. Terjadi dalam kemenangan 0-4 di kandang Bournemouth pada 30 September 2023 lalu. Padahal sudah 11 pekan berlalu.

Arteta dan direksi klub mungkin tertipu dengan angka 7 gol yang dicetaknya bagi the Blues semusim terakhir (2022/23) di ajang Premier League, selain dua gol di ajang Liga Champions.

Satu musim sebelumnya lagi di ajang Liga Inggris, ia melesakkan delapan gol, tiga di kompetisi Eropa dan dua di Carabao Cup bagi klub biru kota London itu.

Liga Jerman memang beda kelas dibandingkan Liga Inggris, dengan yang terakhir ini lebih kompetitif dan perbedaan kualitas klub yang tidak senjang antara satu sama lain.

Selama membela Bayer Leverkusen untuk dua musim terakhirnya, Havertz melesakkan 16 gol dan 20 gol di semua kompetisi.