
Masa depan Yankuba Minteh mulai menjadi salah satu topik panas menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Ketika Liverpool disebut telah mengajukan tawaran besar, Brighton & Hove Albion tidak memberikan penolakan tegas terhadap kemungkinan kepergian pemain sayap mereka tersebut.
Laporan yang beredar pada Kamis menyebut Liverpool telah mengajukan proposal senilai 68 juta dolar AS atau sekitar Rp1,08 triliun untuk merekrut Minteh. Langkah itu dilakukan untuk menambah opsi di sektor serang sebelum musim baru Premier League dimulai.
BACA JUGA: Liverpool Siapkan Tawaran Baru untuk Yankuba Minteh Setelah Mundur dari Perburuan Ibrahim Mbaye
Hurzeler Akui Minat Klub Besar Adalah Hal Wajar
Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, mendapat pertanyaan mengenai situasi Minteh dalam konferensi pers terbaru. Ia mengakui rumor transfer merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sepak bola modern, terutama ketika sebuah tim berhasil menunjukkan performa yang baik.
Menurut Hurzeler, pemain-pemain seperti Minteh memiliki peran penting dalam perjalanan Brighton selama dua tahun terakhir. Karena itulah ketertarikan dari klub-klub besar menjadi sesuatu yang lumrah.

“Para pemain ini sangat penting karena mereka merupakan bagian besar dari perjalanan kami dalam dua tahun terakhir,” ujar Hurzeler.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tim secara kolektif sering kali membuat kualitas individu para pemain semakin terlihat. Dampaknya, banyak klub mulai memberikan perhatian dan mengajukan penawaran.
Hurzeler juga menegaskan bahwa situasi seperti ini sudah dipahami semua pihak di dalam klub.
“Sudah jelas bagi semua orang bahwa hal seperti ini bisa terjadi selama bursa transfer yang sibuk,” katanya.
Brighton Berpotensi Kehilangan Dua Pilar Sekaligus
Bukan hanya Minteh yang sedang dikaitkan dengan klub lain. Dalam periode yang sama, Manchester United juga disebut melakukan langkah untuk merekrut Carlos Baleba.
Situasi tersebut berpotensi membuat Brighton kehilangan dua pemain penting dalam pekan-pekan terakhir bursa transfer. Jika skenario itu terjadi, klub akan memiliki waktu yang relatif singkat untuk mencari pengganti dan menginvestasikan kembali dana hasil penjualan pemain.
Meski begitu, Hurzeler memilih bersikap tenang. Ia tidak ingin fokus pada kemungkinan kehilangan pemain, melainkan mencari solusi terbaik untuk tim.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak di Brighton memahami pentingnya para pemain tersebut. Namun, pencapaian besar di Premier League memang membuat mereka menjadi sasaran banyak klub.
“Saya tidak berada di sini untuk mengeluh. Saya berada di sini untuk mencari solusi,” tegas Hurzeler.
Pelatih asal Jerman itu juga optimistis Brighton mampu menemukan jalan keluar yang tepat bersama skuad yang dimilikinya, apa pun hasil akhir dari saga transfer yang sedang berlangsung.
