
Liverpool tampaknya belum berhenti memburu amunisi baru di lini depan setelah berpisah dengan Mohamed Salah. Di tengah upaya mencari sosok pengganti pemain yang telah sembilan tahun membela klub, The Reds kini ikut masuk dalam persaingan mendapatkan penyerang muda Paris Saint-Germain, Ibrahim Mbaye.
Menariknya, pemain berusia 18 tahun itu dikabarkan lebih mengutamakan peluang pindah ke Anfield dibandingkan sejumlah peminat lain dari Bundesliga.
Liverpool Buka Komunikasi dengan Agen Mbaye
Liverpool sebelumnya ramai dikaitkan dengan Bradley Barcola. Kini, perhatian klub juga mengarah kepada rekan setimnya di PSG, Ibrahim Mbaye.
Laporan yang beredar menyebut Liverpool sudah menghubungi agen sang pemain, Jorge Mendes. Langkah itu dilakukan ketika masa depan Mbaye di Paris mulai dipenuhi tanda tanya setelah hubungannya dengan pihak klub disebut memburuk.
Sebelumnya, RB Leipzig hampir mencapai kesepakatan untuk merekrut Mbaye. Namun transfer tersebut gagal terwujud setelah rencana kepindahan Yan Diomande ke PSG tidak berjalan sesuai harapan. Kondisi itu dimanfaatkan Liverpool untuk ikut masuk dalam perburuan.
Selain Liverpool, Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan RB Leipzig juga masih memantau situasi pemain yang memperkuat tim nasional Senegal tersebut.
Situasi di PSG Makin Rumit
Kontrak Mbaye bersama PSG masih berlaku hingga Juni 2028. Ia disebut menerima gaji sekitar 329 juta rupiah per pekan.
Musim lalu, Mbaye tampil dalam 24 pertandingan Ligue 1 dengan total 1.006 menit bermain. Dari kesempatan itu ia mencetak tiga gol dan menyumbang dua assist, ditambah empat penampilan di Liga Champions.
Sepanjang periode Juli 2025 hingga Juni 2026 bersama PSG dan tim nasional Senegal, Mbaye mengoleksi tujuh gol serta lima assist dari total 1.613 menit bermain. Ia juga tampil di Piala Dunia dan sempat mencetak gol saat menghadapi Prancis sebelum kembali dipercaya sebagai starter ketika melawan Irak.
Meski demikian, perjalanan Mbaye di PSG tidak sepenuhnya mulus. Laporan menyebut hubungan pemain muda tersebut dengan manajemen klub memburuk akibat persoalan disiplin dan kontrak.
Pihak klub dikabarkan menyoroti masalah ketepatan waktu, kondisi kebugaran, hingga berat badan yang disebut dipengaruhi pola makan yang kurang tepat. Situasi itu diyakini ikut berdampak pada berkurangnya menit bermain yang diterimanya.
Nama Mbaye juga sempat menjadi perhatian ketika Piala Afrika berlangsung. Ia disebut mengunggah pesan di Snapchat yang menilai Senegal “dirampok” pada partai final melawan Maroko, meski ibunya berasal dari Maroko.
Dalam waktu kurang dari setahun, Mbaye juga dikabarkan telah tiga kali berganti agen. Selain itu, muncul laporan bahwa ia memiliki sejumlah syarat sebelum menentukan klub berikutnya, mulai dari pembagian komisi, hak citra, biaya perjalanan, fasilitas khusus bagi keluarga, hingga dukungan pendanaan untuk yayasan, rumah sakit, sekolah, dan akademi sepak bola di Senegal.
Semua itu membuat negosiasi menuju klub baru diperkirakan tidak akan berjalan sederhana.
