Tzolis Menggila, Martinelli Makin Terpinggirkan: Pesan Arteta di Balik Kemenangan Arsenal

Arsenal mengawali perjalanan mempertahankan gelar juara Liga Inggris dengan kemenangan 3-0 atas Coventry City di Emirates Stadium. Skor tersebut bahkan bisa lebih besar jika sejumlah peluang lain berhasil dimanfaatkan.

Kai Havertz membuka keunggulan setelah Arsenal merebut bola di area penalti Coventry. Dari jarak 18 yard, penyerang tersebut menyelesaikan peluang untuk membuat Gunners unggul.

Tidak lama kemudian, Bukayo Saka menggandakan skor. Kesalahan Carl Rushworth dimanfaatkan Arsenal untuk menciptakan gol kedua.

Martin Odegaard kemudian membuat keunggulan Arsenal semakin jauh setelah tembakannya berubah arah karena defleksi seusai jeda.

Mikel Arteta pun memakai seluruh lima jatah pergantian pemain. Namun, ada beberapa keputusan yang jauh lebih menarik perhatian daripada skor akhir.

Martinelli Kembali Tidak Masuk Skuad

Nama Gabriel Martinelli menjadi salah satu yang paling mencolok dari daftar pemain yang tidak tampil.

Winger Arsenal itu sebelumnya juga tidak masuk skuad saat Community Shield. Kini, ketika Arsenal menghadapi Coventry, Martinelli kembali berada di luar tim.

Masuknya Ethan Nwaneri ke dalam skuad semakin memperkuat dugaan bahwa Martinelli belum menjadi bagian dari rencana utama Arteta saat ini. Kondisi kebugaran memang masih menjadi salah satu kemungkinan, tetapi situasinya tetap sulit diabaikan.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Terlebih, Martinelli disebut menarik perhatian Galatasaray, Al-Sadd, dan Al-Hilal. Masa depannya bersama Arsenal pun belum memiliki kepastian.

Situasi tersebut terasa cukup keras jika melihat kontribusi Martinelli dalam perjalanan Arsenal menjadi juara Premier League musim lalu. Namun, performanya di sejumlah laga pra-musim setelah Piala Dunia juga dinilai kurang maksimal.

Arsenal sendiri belum menentukan siapa yang akan menjadi pengganti utama Martinelli jika sang pemain benar-benar pergi.

Gabriel Jesus, Fabio Vieira, dan Reiss Nelson juga tidak masuk skuad. Artinya, ada beberapa pemain Arsenal yang memasuki periode penuh ketidakpastian menjelang penutupan bursa transfer.

Gyokeres Kalah Saing dengan Havertz

Keputusan Arteta terhadap Viktor Gyokeres juga tidak kalah menarik.

Arteta menggunakan kelima pergantian pemain yang tersedia, tetapi tidak memberikan menit bermain kepada Gyokeres. Padahal, nama penyerang tersebut belakangan dikaitkan dengan Barcelona dan Atletico Madrid.

Belum diketahui apakah ada persoalan kebugaran yang membuat Gyokeres tidak dimainkan. Yang jelas, dalam pertandingan melawan Coventry, Kai Havertz berada di depan Gyokeres dalam hierarki penyerang.

Arteta dikenal tidak ragu mengambil keputusan tegas. Dalam kasus Gyokeres, keputusan tersebut bahkan bisa menjadi cara untuk memancing respons sang pemain agar meningkatkan level permainannya.

Arsenal sendiri masih membuka kemungkinan melakukan perekrutan besar di lini depan.

Klub telah berdiskusi dengan Atletico Madrid mengenai beberapa pemain dan memiliki minat terhadap Julian Alvarez. Namun, harga yang dipatok Atletico masih dianggap terlalu tinggi.

Alvarez diperkirakan bertahan di Atletico setelah rencana kepindahannya ke Barcelona batal.

Nama Victor Osimhen dari Galatasaray juga muncul dalam spekulasi. Dengan kondisi tersebut, belum ada opsi yang sepenuhnya bisa dicoret sebelum bursa transfer ditutup.

Tzolis Langsung Beraksi!

Jika ada satu pemain baru yang mendapat keuntungan besar dari kemenangan atas Coventry, Christos Tzolis adalah salah satunya.

Tzolis kembali tampil impresif di sisi kiri serangan Arsenal. Ia dipilih sebagai pengganti Leandro Trossard dan keputusan tersebut mulai terlihat sebagai langkah yang sangat tepat.

Pemain berusia lebih muda itu dinilai tampil lebih tajam daripada Trossard. Konsistensi, efektivitas, serta kerja kerasnya membuat Tzolis cepat disukai penggemar Arsenal.

Ia juga memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tajam di area pertahanan lawan dan mampu menggunakan kedua kaki dengan baik.

Arsenal mendatangkannya dengan harga £34 juta. Dalam sumber ini, angka tersebut disebut sebagai pembelian yang sangat menguntungkan bagi Gunners.

Tzolis bahkan tercatat memberikan kontribusi gol atau assist dalam 21 dari 22 penampilan terakhirnya di level klub. Satu-satunya pengecualian terjadi ketika menghadapi Como dalam laga persahabatan, meski ia tetap mencetak gol penentu melalui adu penalti.

Gaya bermainnya disebut seperti perpaduan Leandro Trossard dan Alexis Sanchez.

Kalau performa seperti ini terus berlanjut, persaingan di lini serang Arsenal bisa berubah cukup cepat.

Calafiori Mulai Menunjukkan Kualitas Terbaiknya

Riccardo Calafiori juga mengawali musim 2026-27 dengan catatan menyerang yang bagus.

Ia mencetak gol dalam Community Shield sebelum memberikan assist untuk gol pembuka Havertz saat melawan Coventry.

Perkembangan Calafiori sebelumnya sempat terganggu oleh masalah cedera yang berulang sejak didatangkan Arsenal dari Bologna pada musim panas 2024.

Namun, ketika berada dalam performa terbaiknya, Calafiori dinilai mampu menjadi salah satu bek sayap terbaik di Eropa.

Persaingan di posisi tersebut tetap terbuka karena Piero Hincapie juga menjadi pesaing kuat dan akan mendapatkan menit bermain sepanjang musim.

Rice dan Saka Tetap Dimainkan Meski Sempat Bermasalah

Ada pula keputusan Arteta yang cukup berani sebelum pertandingan.

Declan Rice dan Bukayo Saka tetap menjadi starter meski sebelumnya dikabarkan mengalami masalah fisik setelah Piala Dunia.

Rice memiliki beban kerja yang sangat besar pada musim lalu. Ia tampil dalam 69 pertandingan untuk Arsenal dan Inggris.

Di laga melawan Coventry, Rice ikut membangun serangan yang kemudian diselesaikan Saka untuk gol kedua Arsenal.

Keduanya akhirnya ditarik keluar pada menit ke-66. Arteta memasukkan pemain pengganti untuk menjaga kondisi fisik dua pemain penting tersebut.

Keputusan itu menunjukkan bahwa Arteta tidak hanya mengejar kemenangan pada laga pembuka. Pengelolaan kondisi pemain juga menjadi bagian penting dari rencananya.