Kalahkan Lebanon di Laga Pembuka Piala Asia 2023, Qatar Hanya Berpikir Pertahankan Gelar

Gila BolaTimnas Qatar kalahkan Lebanon 3-0 di laga perdana Grup A – yang juga menjadi laga pembuka Piala Asia 2023 yang digelar di Lusail Stadium, Sabtu (12/1) malam. Pencetak dua gol skuad The King pun ungkap ambisinya di laga ini.

Dua gol Qatar di laga ini dibukukan Akram Afif, masing-masing di menit 45 dan masa injury 90+6. Satu gol Qatar lainnya dicetak Almoez Ali di menit 56.

Ini menjadi momen bagi Afif untuk kembali tunjukkan penampilan gemilangnya dan membawa Qatar menang atas Lebanon.

Usai pertandingan, Afif menjadi sosok yang diburu para jurnalis, termasuk ambisinya bersama Timnas Qatar di ajang ini, sekaligus mengenai karir sepak bolanya  yang tak lagi ia lakoni di Eropa.

Jebolan akademi Al Sadd ini sempat bermain di Villarreal pada tahun 2016 hingga 2020. Sayangnya ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain, hingga kembali ke klub lamanya, Al Sadd, di tahun 2020.

“Setiap pemain pasti ingin bermain di Eropa. Kalau saya mendapat kesempatan bermain (di sana), saya siap pergi besok, tapi ini bukan cuma urusan Akram saja, ini terkait negara saya dan itulah prioritas saya,” tegas Akram yang juga menyandang gelar Pemain Terbaik Asia 2019 itu, seperti dilansir dari situs resmi AFC.

Jadi Pemain Penting Saat Qatar Juara di Piala Asia 2019

Akram Afif dan Almoez Ali juga menjadi dua pemain yang mainkan peranan penting saat Qatar meraih gelar juara Piala Asia AFC di tahun 2019, tapi menurut winger berusia 27 tahun itu untuk mempertahankan gelar juara tersebut mereka butuh kerja sama tim.

“Almoez memang pemain yang sangat penting, tapi kami tak bisa hanya bermain berdua saja melawan 11 pemain lawan. Kami semua bersaudara dan kami saling membantu, ini terkait kerja sama 11 pemain di lapangan,” tambahnya.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

“Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk para suporter. Kami telah berusaha keras mengikuti instruksi pelatih, semaksimal mungkin kami lakukan apa yang menjadi arahan pelatih. Selamat untuk semua suporter kami!”, tandas Afif.

Sejak Awal Pelatih Sudah Yakin, Qatar Bakal Menang!

Pelatih Timnas Qatar, Tintin Marquez, mengaku sangat senang timnya berhasil membuka turnamen ini dengan kemenangan.

“Saya turut berbahagia untuk para pemain, dan juga para suporter. Saya bahagia 80 ribu suporter kami yang datang dan mendukung kami, saya senang kami berhasil mengendalikan pertandingan, hingga hasilnya tak mengejutkan bagi saya, karena saya yakin kami menang,” ujar pelatih asal Spanyol itu.

“Kami akan bekerja selangkah demi selangkah. Kami masih punya dua pertandingan di babak penyisihan grup ini, untuk kami bisa lolos, dan kami tak boleh terlalu banyak berpikir,” tambahnya.

“Kami sudah lakukan pekerjaan rumah kami melawan tim Lebanon, dan tak ada yang mengejutkan. Kami mencoba tunjukkan permainan kami sendiri, untuk mencapai tujuan kami. Saya puas dengan kinerja tim, dan inilah jalan yang harus kami ambil. Namun, selalu ada sesuatu yang harus diperbaiki,” tandas Marquez.

Dikalahkan Timnas Qatar, Lebanon Akui Banyak Buang Peluang

Sementara itu pelatih Timnas Lebanon, Miodrag Radulovic, mengakui para pemainnya harus membayar mahal karena telah sia-siakan banyak peluang.

“Kami punya peluang, tapi tak bisa mencetak gol. Inilah aturan main di dunia sepak bola.. kalau Anda tidak mencetak gol, Anda akan kalah. Sayangnya, kami kebobolan di momen terburuk, tepat sebelum jeda turun minum,” ujar Radulovic.

“Di babak kedua, kami mencoba dan menciptakan peluang, tapi tetap tak bisa mencetak gol. Saya puas dengan perjuangan dan usaha yang dilakukan para pemain saya. Kami menghadapi tim dengan memiliki pengalaman yang signifikan, hukumannya terlalu mahal. Kami akan berusaha segera pulih dengan baik untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Timnas Lebanon – yang tengah berusaha lolos ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya, akan bertemu Timnas China di laga kedua pada pekan depan. Sementara Qatar kembali mengincar tiga poin ketika mereka menjamu tim debutan di turnamen ini, Tajikistan.