Supercoppa Italiana, Bukan Soal Gelar Beruntun Inter, Tapi Gengsi Kontra Rossoneri

Gila Bola – Final Supercoppa Italiana nanti malam bagi Inter sebenarnya bukan hanya soal tiga gelar beruntun, tetapi juga soal gengsi di hadapan klub pesaingnya, AC Milan.

Inter memang memenangkan dua final Piala Super Italia sebelum ini, 2021 mengalahkan Juventus dan 2022 menang atas Milan. Tapi bukan hanya soal hattrick kemenangan trofi ini, melainkan juga melewati catatan Rossoneri.

Milan pernah menang tiga kali beruntun, yakni pada 1992, 1993, dan 1994, secara berturut-turut mengalahkan Parma, Torino, dan Sampdoria.

Secara keseluruhan tim merah-hitam itu sudah menang tujuh kali dari 12 kali lolos ke final turnamen. Inter juga sama, sudah tujuh kali juara dari 11 final.

Jika nanti malam skuad Simone Inzaghi berhasil menaklukkan Napoli maka Nerazzuri akan melampaui jumlah trofi Milan. Delapan Piala Super kontra hanya tujuh milik Rossoneri. Itulah yang paling penting!

Selain, bahwa kedua tim berbasis di San Siro ini sama-sama mencatatkan tiga kemenangan beruntun di final Supercoppa Italiana. Itulah misi yang diemban oleh Lautaro Martinez dan rekan-rekannya.

Baik Inter Maupun Napoli Sama-sama Menang 3-0 di Semifinal

Ini merupakan kali pertama Supercoppa Italiana dijalankan dengan format empat tim. Tahun-tahun sebelumnya jauh lebih sederhana, juara Serie A ketemu kampiun Coppa Italia. Kini juara dan tim runner-up Liga Italia akan berhadapan dengan finalis dan runner-up Coppa Italia.

Itulah sebabnya di semifinal empat hari silam Napoli berhadapan dengan Fiorentina yang merupakan tim runner-up piala domestik Italia itu tahun lalu, kalah dari Inter di final, dan Inter berjumpa Lazio yang merupakan ranking kedua di liga domestik.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Keduanya menang dengan skor meyakinkan 3-0. Tiga gol Partenopei disarangkan satu oleh Giovanni Simeone dan dua gol datang dari Alessio Zerbin.

Sementara itu tiga gol Nerazzurri dicetak oleh Marcus Thuram, Hakan Calhanogu, dan Davide Frattessi.

Pemegang Scudetto Biasanya Lebih Unggul Daripada Kampiun Coppa

Pemenang Serie A biasanya sih lebih sering berjaya daripada kampiun Coppa Italia. Sepanjang sejarah sudah 24 kali juara Liga Italia adalah juga juara Supercoppa Italiana. Dan hanya sembilan kali pemenang Coppa kemudian merebut trofi Piala Super ini.

Sebanyak dua kali lipatnya, yakni 18 kali tim yang menjuarai Coppa pulang dari acara final sebagai runner-up Supercoppa.

Walter Mazzarri sebagai pelatih Partenopei lebih punya motivasi dalam merebut piala ini. Penampilan buruknya bersama Napoli di ajang Serie A menyebabkan ia butuh pengakuan. Piala Super Italia akan menjadi bukti bahwa ia tidak seburuk itu.