Juventus Dihadapkan pada Dua Pilihan Sulit, Zion Suzuki atau Guglielmo Vicario?

Perburuan Juventus untuk mencari kiper utama baru mulai mengerucut. Setelah sejumlah target mahal sulit diwujudkan, perhatian Bianconeri kini tertuju pada dua nama, yakni Zion Suzuki dari Parma dan Guglielmo Vicario milik Tottenham Hotspur.

Keduanya punya situasi yang berbeda. Suzuki menjadi opsi yang menarik karena potensinya, tetapi harga dan persaingan dengan Paris Saint-Germain membuat langkah Juventus tidak mudah. Vicario menawarkan pengalaman yang lebih matang, namun Tottenham justru menginginkan penjualan permanen.

Zion Suzuki Terkendala Harga dan PSG

Nama Zion Suzuki sempat berada di posisi terdepan dalam radar Juventus.

Kiper asal Jepang itu tampil impresif bersama Parma di Serie A. Penampilannya juga mendapat perhatian setelah ia bersinar bersama timnas Jepang di Piala Dunia 2026.

Masalahnya ada pada harga.

Parma mematok Suzuki sekitar €30 juta, angka yang dinilai terlalu mahal bagi kondisi keuangan Juventus saat ini. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, bahkan sempat mengakui bahwa harga tersebut terlalu mahal untuk dibayar langsung oleh klub.

Juventus kemudian punya kemungkinan lain melalui Paris Saint-Germain.

PSG sangat berminat mendapatkan Suzuki dari Parma. Salah satu skenario yang muncul adalah PSG membeli sang kiper lebih dulu, kemudian meminjamkannya kepada Juventus untuk musim 2026/27.

Dapatkan berita terupdate dari Gilabola.com di Google News. Tambahkan sebagai sumber pilihan

Skema tersebut bisa menjadi jalan keluar bagi Juventus karena klub tidak harus langsung mengeluarkan biaya transfer sebesar yang diminta Parma.

Namun, situasinya mulai berubah.

PSG kini berpeluang menjadikan Suzuki sebagai kiper utama mereka. Jika keputusan itu benar-benar diambil, rencana peminjaman Suzuki ke Juventus praktis bisa berantakan.

Vicario Jadi Alternatif yang Lebih Realistis

Jika transfer Suzuki melalui skema PSG gagal, Juventus akan mengalihkan perhatian penuh kepada Guglielmo Vicario.

Masa depan Vicario di Tottenham Hotspur memang sudah berada di ujung. Posisinya tergeser setelah manajer Roberto De Zerbi mempromosikan kiper muda Antonin Kinsky sebagai penjaga gawang utama Spurs.

Vicario pun dipastikan meninggalkan Tottenham pada musim panas ini.

Kondisi tersebut membuat Juventus melihat peluang. Bianconeri menginginkan skema peminjaman, termasuk kemungkinan pinjaman dengan opsi atau kewajiban pembelian.

Tottenham memiliki pandangan berbeda. Klub Inggris itu lebih memprioritaskan penjualan permanen dan mematok Vicario di kisaran €15 juta.

Ada selisih kepentingan yang harus diselesaikan kedua klub. Juventus ingin menjaga beban finansial tetap terkendali, sedangkan Tottenham lebih memilih mendapatkan pemasukan langsung dari penjualan sang kiper.

Secara teknis, Vicario juga punya satu keunggulan penting.

Sejumlah pengamat dan mantan figur klub menilai kiper Italia tersebut lebih siap dibandingkan Suzuki untuk langsung mengisi posisi penjaga gawang utama Juventus. Pengalamannya di level tertinggi menjadi salah satu pertimbangan yang membuat Vicario layak dipilih jika skenario Suzuki tidak berjalan.

Juventus Memang Membutuhkan Kiper Baru

Kebutuhan Juventus terhadap penjaga gawang baru muncul setelah klub harus mencari pengganti Michele Di Gregorio.

Sebelumnya, Bianconeri juga sempat mengarahkan perhatian kepada Emiliano Martinez dari Aston Villa dan Alisson Becker dari Liverpool. Namun, kedua opsi tersebut terkendala biaya atau penolakan dari klub pemilik.

Kini pilihannya semakin spesifik.

Suzuki menawarkan usia dan potensi, ditambah performa yang membuatnya menarik perhatian setelah tampil bersama Parma dan Jepang. Tetapi Juventus harus berhadapan dengan harga tinggi serta manuver PSG.

Vicario memberikan paket yang berbeda. Ia lebih berpengalaman dan dinilai lebih siap untuk langsung menjadi pilihan utama, tetapi Tottenham tidak terlalu tertarik dengan skema pinjaman.

Jadi, persoalan Juventus bukan sekadar memilih siapa yang lebih bagus. Bianconeri juga harus menemukan struktur transfer yang paling masuk akal untuk kondisi klub.