Juventus mulai serius memburu gelandang muda Sassuolo, Darryl Bakola, untuk diboyong ke Turin pada bursa transfer Januari 2027.
Ketertarikan I Bianconeri terhadap Bakola tidak lepas dari peran Giovanni Carnevali yang kini menjabat direktur umum Juventus.
Carnevali sebelumnya menangani strategi Sassuolo ketika klub tersebut mendatangkan Bakola dari Olympique Marseille pada Februari lalu.
Sassuolo mengeluarkan investasi sebesar 10 juta euro atau sekitar Rp193 miliar, ditambah bonus 2 juta euro atau sekitar Rp39 miliar untuk pemain tersebut.
Investasi itu mulai terbayar. Bakola sudah mengemas tiga asis dalam enam penampilan kompetitif bersama Sassuolo pada musim ini.
Menurut La Gazzetta dello Sport, Carnevali kini ingin kembali bekerja sama dengan Bakola dan membawanya ke Turin secepat mungkin.
Bakola akan merayakan ulang tahun ke-19 pada bulan depan. Talenta muda tersebut juga mulai disebut-sebut memiliki masa depan bersama Timnas Prancis di bawah asuhan Zinedine Zidane.
Juventus memiliki alasan untuk bergerak cepat dalam perburuan Bakola. Semakin lama transfer ditunda, harga sang gelandang diperkirakan semakin tinggi.
Persaingan mendapatkan Bakola juga berpotensi semakin ketat karena sejumlah klub Premier League disebut ikut memantau situasinya.
Juventus sendiri sudah memiliki hubungan bisnis yang cukup erat dengan Sassuolo. Dalam beberapa waktu terakhir, I Bianconeri juga melakukan transfer Tarik Muharemovic dan Vasilije Adzic dari klub tersebut.
Kebutuhan Juventus terhadap gelandang baru semakin besar setelah Khephren Thuram dan Manuel Locatelli harus menepi akibat cedera jangka panjang.
Pelatih Luciano Spalletti pun membutuhkan tambahan tenaga di lini tengah. Bakola dinilai bisa memberikan energi yang dibutuhkan Juventus untuk menghadapi persaingan musim ini.


