Juventus Telan Dua Pil Pahit Beruntun, Dikalahkan Sesama Tim Zebra

Gila Bola – Sesama tim Zebra dilarang saling mendahului! Juventus menderita kekalahan kedua kalinya beruntun usai ditaklukkan oleh Udinese yang juga mengenakan seragam zebra mirip seperti yang dikenakan oleh raksasa Serie A asal Turin tersebut.

Ini merupakan kekalahan kedua kalinya secara berturut-turut yang diderita Bianconeri di ajang Liga Italia usai mereka kalah 1-0 di tangan Inter pekan silam.

Satu-satunya gol disarangkan oleh Lautaro Giannetti, yang dari namanya saja kamu pasti sudah tahu ia berasal dari mana. Sama seperti rekannya sesama pemain bola dengan nama depan serupa, Lautaro yang satu ini pun datang dari negeri Argentina.

Dampak Besar Bagi Udinese

Sementara kehilangan tiga poin semakin menjauhkan Juventus dari puncak klasemen Liga Italia, kemenangan ini memberi dampak besar bagi Le Zebrette.

Tim berbasis di Stadio Friuli itu melompat dari posisi 18 klasemen sementara, zona degradasi, ke urutan 15 dengan 22 poin.

Sebelumnya mereka menghuni kasta terbawah tim-tim Serie A bersama dengan teman-temannya sesama tim zona merah, Cagliari dan Salernitana. Selengkapnya daftar tim-tim papan bawah:

  • Frosinone urutan 14, poin 23
  • Udinese 15, 22
  • Empoli 16, 21
  • Sassuolo 17, 20
  • Hellas Verona 18, 19
  • Cagliari 19, 18
  • Salernitana 20, 13

Udinese Masih Menjaga Diri Sebagai Tim Minus

Selisih gol Friulani, tahu berapa? Minus 13. Hasil dari mencetak gol sebanyak 24 dan kemasukan 37 gol.

Bukan yang paling buruk karena di papan bawah itu ada yang selisih golnya minus 27 Salernitana dan minus 23 Cagliari.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Jadi, heranlah kita kok bisa-bisanya skuad Massimiliano Allegri itu bisa dikalahkan tim papan bawah di tahap musim kompetisi yang sangat penting.

Data permainan memperlihatkan tim tamu yang turun dengan jersey merah pink itu memiliki dominasi bola hanya 30 persen saja, delapan percobaan gol dan satu serangan tepat sasaran ke gawang Wojciech Szczesny yang berhasil diubah menjadi gol.

Bandingkanlah itu dengan tuan rumah yang memiliki angka xG 1.38. Jadi seharusnya setidaknya satu menjadi gol dari 14 upaya serangan dan enam di antaranya tepat sasaran. Tak satu pun berhasil diubah menjadi gol.