Kisah Lecce, Tim Kejutan Calon Lawan Juventus Berikutnya di Liga Italia

Gila Bola – Tahu alasan mengapa Juventus bisa terjebak dalam harapan palsu saat mereka menghadapi Lecce di pekan keenam Liga Italia, Rabu besok, 27 September 2023? Karena Lecce merupakan bekas tim degradasi musim lalu.

Tanyakan itu pada Ciro Immobile, pemain Lazio yang mencetak gol lumayan cepat menit 26 pada laga 21 Agustus lalu di kandang Lecce di Stadio Via del Mare. Dalam waktu dua menit saja di akhir pertandingan, tim kuning-merah ini menyamakan skor dan kemudian berbalik menang.

Lecce merupakan tim urutan 16 dari musim yang baru saja berlalu 2022/23, hanya lima poin di atas zona degradasi.

Namun mereka tampil mengejutkan musim 2023/24 ini, menempati posisi ketiga terbaik di klasemen Serie A, satu poin di atas Juventus.

Jadi, laga pada Rabu dinihari nanti bukan pertarungan tim urutan atas kontra tim degradasi, melainkan pertandingan tim posisi ketiga klasemen lawan urutan keempat Serie A.

Bagaimana Lecce Tampil Mengejutkan Musim 2023/24 Ini?

Lecce mengawali musim dengan kemenangan 2-1 atas Lazio, tim yang menempati posisi runner-up pada akhir musim sebelumnya 2022/23.

Mereka kemudian kembali mengejutkan saat menahan imbang Fiorentina 2-2 pada pekan kedua, dilanjutkan dengan kemenangan atas Salernitana pada pekan ketiga.

Kembali imbang ddi kandang Monza pada pekan keempat dan meraih tiga poin lagi pada pekan kelima melalui kemenangan atas Genoa.

Semua itu gara-gara sentuhan pelatih baru Roberto D’Aversa, bekas pelatih Sampdoria, yang memainkan sepak bola dominan dan menyerang, mengejutkan musuh-musuhnya.

Cara Bermain Lecce Mendominasi Bola dan MenyerangĀ 

Jika kita mengasumsikan Lazio selaku tim urutan kedua musim silam, merupakan lawan yang setara sebagaimana Juventus, maka Lecce akan turun bermain pada Rabu dinihari dengan kecepatan tinggi.

Seperti terlihat dalam pertandingan melawan tim ibukota itu, pada pekan pertama musim 2023/24 ini, Lecce sama sekali tidak bermain defensif.

Pasukan Roberto D’Aversa itu tampil dengan penguasaan bola nyaris sama banyak, melepaskan 23 KALI percobaan gol yang masif, berbanding 10 kali dari anak-anak Maurizio Sarri, dengan tujuh serangan tepat sasaran ke gawang Ivan Provedel. Mengejutkan untuk sebuah tim yang musim lalu hanya duduki di posisi 16.