
Inter Milan akhirnya mengungkap alasan di balik gagalnya perekrutan Marco Palestra. Padahal, bek muda asal Italia itu disebut sudah mencapai kesepakatan lisan dengan Nerazzurri sebelum akhirnya memilih menerima tawaran Chelsea.
Presiden Inter, Beppe Marotta, tak menutupi rasa kecewanya. Menurutnya, keputusan berubah arah datang langsung dari sang pemain, meski ia juga menyinggung peran agen yang dinilai ikut memengaruhi hasil akhir negosiasi.
Marotta Sebut Palestra Membatalkan Kesepakatan Lisan
Marotta menyampaikan hal tersebut saat mendampingi pelatih Cristian Chivu dalam konferensi pers pembuka pramusim Inter, Senin.
Ia lebih dulu menyoroti kondisi bursa transfer saat ini yang semakin dipengaruhi besarnya gaji pemain dan peran agen.
“Kami harus menjaga biaya tetap terkendali, bukan investasi. Ada pemain yang tidak bisa kami datangkan karena tuntutan gaji terlalu tinggi, sementara pengaruh agen terhadap kondisi keuangan klub juga semakin besar,” kata Marotta.
Ia kemudian menjadikan kasus Palestra sebagai contoh.
“Keputusan itu datang dari pemain yang membatalkan kesepakatan lisan. Agennya sebenarnya bisa mengarahkan situasi ke arah yang berbeda, tetapi memilih jalan lain. Kami harus menerima kenyataan melihat pemain Italia lain pindah ke liga yang bukan pesaing langsung Serie A,” ujar Marotta.
Chelsea resmi mendapatkan Palestra sekitar dua pekan lalu meski sebelumnya Inter merasa sudah berada di posisi terdepan untuk merekrutnya.
Transfer Khalaili Juga Batal
Kegagalan mendapatkan Palestra bukan satu-satunya kabar kurang menyenangkan bagi Inter pada awal pramusim.
Marotta mengonfirmasi target lain mereka, Anan Khalaili, dipastikan tidak jadi bergabung setelah gagal melewati tes medis. Transfer senilai sekitar Rp475 miliar dari Union Saint-Gilloise itu pun dibatalkan.
Inter kini masih berburu sosok pengganti Denzel Dumfries yang telah dilepas ke Real Madrid dalam transfer senilai sekitar Rp380 miliar.
Di bawah kepemimpinan Marotta, Inter sudah meraih tiga gelar Serie A. Gelar musim 2025-2026 bersama Cristian Chivu juga menjadi Scudetto pertama Marotta sejak menjabat sebagai presiden klub.
Inter memulai pramusim pada Senin dan dijadwalkan membuka Serie A musim 2026-2027 dengan menjamu Monza pada 23 Agustus.
Opini Gilabola.com
Kasus Marco Palestra kembali menunjukkan bahwa kesepakatan lisan di bursa transfer modern belum tentu berujung pada tanda tangan kontrak.
Pernyataan Marotta juga mengisyaratkan keresahan klub-klub Serie A terhadap semakin besarnya pengaruh agen dalam menentukan masa depan pemain.
Di sisi lain, Chelsea sekali lagi membuktikan daya tarik mereka di pasar pemain muda, bahkan ketika klub lain merasa sudah berada selangkah dari kesepakatan.
