Hakim Ziyech, Dari Unfaedah Menjadi Peneror Manchester United

Gilabola.com – Mantan pemain the Blues ini menjadi penyebab gol kedua Manchester United ke gawang Galatasaray pada matchday kelima Liga Champions, Kamis (30/11), sebelum ia berubah menjadi tukang teror bagi raksasa Premier League itu.

Dua gol yang memberi keunggulan bagi Red Devils terjadi pada menit 10 dan 19 pertandingan di Ali Sami Yen Spor Kompleksi. Seolah-olah skuad Erik ten Hag akan menang mudah, kan? Salah besar.

Satu gol balasan hasil tendangan bebas Hakim Ziyech datang pada menit 29, sebelum satu free-kick lainnya terjadi pada menit 62, mengapit gol dari Scott McTominay. Dan pemain Maroko 30 tahun itu lalu bertindak sebagai pemberi assist untuk gol ketiga timnya.

Ada Peran Besar Blunder Andre Onana

Ini menjadi gol kebobolan entah keberapa kalinya dari sang stopper asal Kamerun tersebut musim ini setelah berbagai puja-puji saat ia datang dari Ajax Amsterdam.

Dua gol Hakim Ziyech terjadi karena blunder sang kiper Onono itu. Satu kali ia bergerak ke kiri sementara free-kick sang bekas pemain Chelsea dan Ajax ini menusuk sisi kanan gawangnya.

Tidak cukup hanya satu kali, kiper yang sama berbuat kesalahan untuk tendangan bebas kedua Ziyech, dengan bola yang diarahkan langsung ke gawang Manchester United itepuknya masuk ke gawang sendiri.

Jadi dua gol yang seharusnya bisa dihindari, terjadi karena kesalahan dari penjaga gawang 27 tahun ini. Jika pada pertandingan sebelum ini ia memperoleh rating 8,4 saat Setan Merah menang 0-3 di Everton maka malam ini mungkin rating si kiper akan anjlok di kisaran angka 5 atau 6.

Andre Onana menepis bola ke dalam gawangnya sendiri

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Akan sangat menarik mendengar respons Ten Hag soal bekas kipernya di Ajax Amsterdam ini. Masih dibelain, gak?

Lalu Bagaimana Nasib Man United Selanjutnya?

Sekali lagi harus ditegaskan, Manchester United belum pasti tersingkir. tapi nasib Bruno Fernandes dan rekan-rekannya kini sangat bergantung pada performa tim lain.

Setan Merah akan berharap Thomas Tuchel menurunkan skuad terbaiknya untuk mengalahkan FC Copenhagen pada pertandingan yang dimulai pukul 3 dinihari Kamis (30/11) ini. Sebuah kemenangan bagi Die Roten akan menjaga harapan lolos bagi Red Devils.

Tetapi pada matchday keenam di pertengahan Desember 2023 nanti, Luke Shaw dan rekan-rekannya akan berharap Tuchel memainkan skuad yang lebih lemah saat mereka mengincar tiga poin dan nilai total 7, sementara berharap tim Denmark Copenhagen menang atas Galatasaray.