Paris Saint-Germain menghentikan rekor sempurna Barcelona musim ini setelah menang 4-2 dalam laga Liga Champions di Parc des Princes, Rabu dinihari tadi. Hasil tersebut menegaskan kekuatan PSG, sekaligus memperlihatkan bahwa Barcelona masih mampu menjadi penantang serius dalam perebutan gelar.
Barcelona datang ke Paris dengan catatan 11 kemenangan dari 11 pertandingan di semua kompetisi. Tim asuhan Hansi Flick dua kali menyamakan kedudukan melalui Xavi Espart dan Lamine Yamal, tetapi PSG kembali unggul pada fase akhir pertandingan.Désiré Doué dan Lucas Hernández membawa PSG memimpin, sebelum Espart dan Yamal membuat skor kembali imbang. Gol Vitinha pada menit ke-81 kemudian mengembalikan keunggulan tuan rumah, lalu Fabián Ruiz memastikan kemenangan lima menit berselang.
PSG kembali menunjukkan kemampuan mereka meningkatkan intensitas pada menit-menit akhir. Setelah menaklukkan Manchester City 4-2 di Etihad pada pekan sebelumnya, tim asuhan Luis Enrique menghadapi perlawanan yang lebih berat dari Barcelona dan tetap mampu menemukan cara untuk menang.
Ujian Besar Pertama Barcelona
Kekalahan ini menjadi hasil negatif pertama Barcelona musim ini. Flick sebelumnya menyebut pertandingan melawan PSG sebagai kesempatan besar untuk mengukur perkembangan timnya sejak ia mengambil alih pada 2024.
Barcelona memperlihatkan bahwa mereka bisa bersaing, tetapi pertahanan mereka juga memberi PSG terlalu banyak peluang. Tuan rumah melepaskan 22 tembakan dan kiper Joan García harus melakukan 10 penyelamatan.
Barcelona masih kehilangan Jules Koundé, Eric García, dan Andreas Christensen. Meski kondisi itu memengaruhi pilihan di lini belakang, beberapa gol PSG juga tercipta karena pemain lawan mendapat ruang terlalu besar. Doué sempat leluasa mengembangkan serangan, Hernández menang duel udara, sedangkan Vitinha tidak mendapat penjagaan ketat saat mencetak gol penentu.
Di sisi lain, Barcelona dua kali bangkit melalui pemain muda. Respons tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi salah satu tim terkuat Eropa. Kekalahan di Paris menjadi peringatan, tetapi belum menghapus peluang mereka untuk melangkah jauh di Liga Champions.
Lamine Yamal Naik Turun
Lamine Yamal menjalani pertandingan dengan performa yang tidak konsisten. Babak pertama berjalan sulit baginya, bahkan kesalahan umpan cungkilnya mengarah kepada João Neves dan berujung pada gol pembuka PSG.
Namun, Yamal tampil lebih berbahaya setelah jeda. Ia terlibat dalam proses gol penyama kedudukan Espart, lalu memperlihatkan kemampuan individu melalui nutmeg terhadap Hernández dan umpan yang membuka peluang bagi Gavi.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Puncaknya terjadi pada menit ke-79. Yamal melewati Warren Zaïre-Emery, yang baru masuk menggantikan Hernández, sebelum melepaskan tembakan keras ke bagian atas gawang Matvey Safonov untuk membuat skor menjadi 2-2.
Gol tersebut menjadi gol ke-10 Yamal musim ini. Ia juga mencatat 10 pemulihan bola, angka tertinggi di antara pemain Barcelona dalam pertandingan tersebut. Penampilannya memperlihatkan bahwa ia tetap bisa menghasilkan momen penting meski tidak selalu tampil maksimal sepanjang laga.
Barcelona Bersiap Hadapi Real Madrid
Barcelona kini mengalihkan perhatian ke laga El Clasico melawan Real Madrid pada Minggu. Keputusan memainkan Rodri sebagai pemain pengganti menunjukkan bahwa pertandingan domestik tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim, meski rotasi itu juga mengurangi daya tarik duel penguasaan bola di lini tengah.
Barcelona mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan Liga Champions dan masih berada dalam posisi untuk lolos ke fase gugur. Kemenangan atas Madrid juga berpeluang membuka jarak sembilan poin dari rival mereka pada tahap awal musim ini.
Masalah pertahanan belum tentu selesai sebelum El Clasico. Koundé berpeluang kembali, tetapi García diperkirakan absen hingga satu bulan dan belum ada kepastian mengenai waktu pulih Christensen. Dani Olmo juga ditarik keluar pada babak pertama saat melawan PSG.
Kabar positif datang dari Raphinha yang mampu bermain selama 60 menit pada penampilan pertamanya sebagai starter setelah pulih dari cedera hamstring. Rodri juga diperkirakan kembali masuk susunan utama bersama Pedri saat Barcelona menghadapi Madrid.
Kemenangan PSG Terasa Mahal Karena Cedera
Kemenangan penting PSG dibayangi cedera Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia. Kedua penyerang itu tidak mampu menyelesaikan pertandingan, padahal PSG akan bertandang ke markas pemuncak klasemen Ligue 1, Lyon, pada Minggu.
Dembélé meninggalkan lapangan setelah sekitar 20 menit sambil memegangi kaki kirinya. Pemain berusia 29 tahun itu sudah beberapa kali mengalami masalah kebugaran sepanjang kariernya, sehingga menit bermainnya musim ini dikelola oleh Luis Enrique.
Kondisi Kvaratskhelia terlihat lebih mengkhawatirkan. Winger Georgia tersebut mengalami masalah setelah berduel dengan pencetak gol Barcelona, Xavi Espart, pada menit ke-59. Ia tidak mampu berjalan meninggalkan lapangan dan harus dibawa oleh dua anggota tim medis PSG.
PSG tetap menjadi tolok ukur bagi klub-klub yang ingin menjuarai Liga Champions, tetapi Barcelona membuktikan bahwa mereka bisa memberi perlawanan sepadan. Duel di Paris memperlihatkan kualitas kedua tim, sementara kondisi Dembélé dan Kvaratskhelia menjadi perhatian besar menjelang pertandingan penting berikutnya.


