Hasil Perancis vs Korea Selatan di Piala Dunia U17, Gol Indah Pemain 17 Tahun

Gilabola.com – Mathis Amougou. Catat namanya. Bentar lagi dia akan menjadi incaran klub-klub raksasa Eropa setelah mencetak sebuah gol indah dalam pertandingan Perancis vs Korea Selatan di ajang Piala Dunia U17 di JIS, Rabu malam (15/11).

Berawal dari sebuah sepak pojok di sisi kiri pertahanan lawan, Ismael Bouneb tidak mengirim sepakan ke dalam kotak karena di sana sudah ada 10 pemain outfield lawan berjejal-jejal, plus enam pemain Les Bleus. Sudah traffic jam, bro!

Bouneb secara cerdik mengirim si bundar ke luar kotak, perlahan saja, untuk disambut sepakan first-time oleh pemain klub Saint-√Čtienne B tersebut, melengkung ke pojok kanan atas gawang Sung-Min Hong.

Anda bisa melihat foto di atas untuk mengetahui posisi Amougou, bola yang disepaknya dan ke mana si bundar akhirnya bersarang. Stopper lawan mencoba meraih bola, merentangkan tangan serta tubuhnya tapi sia-sia. Gol! 1-0!

Tidak ada gol lagi setelah itu. Kemenangan Les Bleus ini, ditambah tiga poin dari matchday pertama atas Burkina Faso yang berakhir 3-0, melontarkan Perancis ke posisi pertama Grup E, unggul selisih gol di atas tim Amerika Serikat.

Mengapa Mathis Amougou akan menjadi incaran klub-klub raksasa Eropa?

Tim di mana ia tergabung saat ini, Saint-√Čtienne B, bermain di divisi kelima sepak bola Perancis. Masih murah, bro! Jangan tunggu dia naik pangkat masuk skuad utama Saint-√Čtienne yang saat ini berkompetisi di Ligue 2.

Alasan kedua, ini merupakan gol keempatnya bagi Les Bleus setelah tiga gol di ajang kualifikasi Piala Eropa U17.

Dan alasan nomor tiga, pemain yang datang dari Perancis biasanya tidak semahal pemain Inggris. Bisa setengahnya lebih murah. Itulah sebabnya pula klub-klub Premier League akan menjadi pembeli pertama jika Amougou tersedia di pasar transfer.

Mathis Amougou dalam laga Piala Dunia U17 di Jakarta

Tim-tim di Premier League punya kuota tertentu yang harus diisi pemain asal Inggris sendiri. Seberapa jeleknya kualitasnya pun. Dalam istilah ekonomi, ini semacam proteksionisme untuk melindungi produk dalam negeri.

Coba lihat contoh kasus Mason Mount. Kurang terpakai di Chelsea, dijual ke Manchester United, eh disamber loh. Harganya 1 Trilliun rupiah lebih! Itu pinternya yang jual atau bodohnya yang mau beli? Coba lihat seberapa sering pemain Inggris 24 tahun itu jadi starter dengan seragam merah saat ini.

Jangan Salah Pilih Klub, Mathis Amougou!

Masa depan yang cerah sepertinya akan menunggu Amougou. Asal jangan salah pindah klub saja. Jika ia memilih klub yang terlalu besar saat usianya masih 17 atau 18 tahun, ia hanya akan ditaruh di bangku cadangan. Pelatih mana yang berani mengambil risiko menurunkan pemain 17 atau 18 tahun sebagai starter?

Tapi jika ia pergi ke klub yang berani memainkan pemain muda, misalnya Ajax Amsterdam di Belanda, RB Salzburg di Austria atau Borussia Dortmund di Bundesliga maka karirnya akan moncer, sering truun sebagai starter dan mencetak banyak gol.

Untuk ini kita bisa menyebut kasus Erling Haaland di Salzburg dan Dortmund, Jude Bellingham di BVB atau pun Jadon Sancho di stadion yang sama Westfalenstadion, dan kalau masih kurang lihatlah Matthijs de Ligt di Ajax.

Tiga atau empat tahun kemudian barulah Amougou bisa pindah ke klub yang benar-benar besar dan membutuhkan jasanya.

Jangan salah pilih seperti Martin Odegaard. Baru 17 tahun malah pilih transfer ke Real Madrid. Jelaslah dia menganggur karena di saat yang sama segerombolan bintang senior saja antri untuk menjadi pemain skuad utama.