
Banyak yang datang ke stadion dengan satu pertanyaan besar mengenai Lionel Messi. Di usia yang sudah mendekati 39 tahun, masih mampukah sang kapten membawa Argentina bersaing di level tertinggi?
Jawabannya datang dengan cara yang sangat khas. Tiga gol. Satu malam penuh rekor.
Di hadapan pendukung Argentina yang memenuhi Arrowhead Stadium dan mengubah suasana stadion menjadi lautan biru-putih, Messi memimpin Albiceleste menang 3-0 atas Aljazair pada laga Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026) WIB.
Messi Menjawab Keraguan dengan Tiga Gol
Sebelum turnamen dimulai, kondisi fisik Messi sempat menjadi perhatian. Penyerang Inter Miami itu baru saja mengalami masalah kelelahan otot dan sempat meninggalkan lapangan dengan langkah yang tidak nyaman pada pertandingan terakhirnya bersama klub.
Faktor usia juga tak luput dari sorotan. Messi kini berusia 38 tahun dan akan merayakan ulang tahun ke-39 pada 24 Juni mendatang.
Namun semua keraguan itu seakan menghilang sepanjang pertandingan melawan Aljazair.
Gol pertama lahir pada menit ke-17. Menerima umpan Rodrigo De Paul, Messi bergerak menembus area tengah pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang gagal dihentikan kiper.
Argentina unggul 1-0.
Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-60. Berada di posisi yang tepat saat bola rebound dari penjaga gawang Luca Zidane, ia dengan tenang menyelesaikan peluang menggunakan kaki kanan.
Gol ketiga datang pada menit ke-76.
Kali ini Messi melakukan penetrasi ke area pertahanan Aljazair sebelum bekerja sama dengan Nico Gonzalez. Setelah menerima umpan balik dari rekannya itu, Messi melepaskan tembakan melengkung yang kembali bersarang di gawang lawan.
Hattrick pun tercipta.
Deretan Rekor di Malam Spesial
Malam itu bukan hanya soal kemenangan Argentina.
Tiga gol ke gawang Aljazair membuat Messi menyamai catatan Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.
Messi juga tercatat sebagai pemain tertua yang pernah mencetak hattrick dalam sejarah Piala Dunia.
Ada satu catatan lain yang membuat malam tersebut terasa semakin spesial. Pertandingan itu merupakan laga ke-200 Messi bersama tim nasional Argentina.
Menariknya lagi, gol-gol tersebut tercipta tepat 20 tahun setelah debutnya di Piala Dunia, sebuah pertandingan yang juga ia tutup dengan torehan gol.
Argentina Masih Bertumpu pada Sang Kapten
Masih ada sejumlah pertanyaan mengenai kekuatan skuad Argentina di Piala Dunia 2026. Sebagian besar pemain yang membawa tim meraih gelar dunia empat tahun lalu masih dipertahankan.
Ada yang menilai pengalaman menjadi keuntungan besar. Ada pula yang bertanya apakah generasi ini sudah terlalu lama bersama.
Namun setidaknya untuk satu malam di Arrowhead Stadium, semua pembahasan itu seakan tak relevan.
Sorotan sepenuhnya tertuju kepada Messi.
Dan kaki kiri yang selama dua dekade lebih memukau dunia sepak bola itu kembali menunjukkan sihirnya.
Opini Gilabola.com
Jika masih ada yang meragukan keputusan Lionel Messi untuk tampil di Piala Dunia 2026, pertandingan melawan Aljazair menjadi jawaban yang sulit dibantah.
Faktor usia memang tidak bisa dilawan, tetapi kualitas membaca permainan, ketenangan, dan kemampuan menentukan momen tetap berada di level tertinggi.
Argentina mungkin masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam perburuan gelar, tetapi selama Messi mampu bermain seperti ini, mereka akan selalu menjadi ancaman bagi siapa pun.
