
Portugal dan Spanyol sama-sama dikenal sebagai tim yang gemar menguasai bola. Saat keduanya bertemu, duel ini diprediksi lebih banyak ditentukan oleh siapa yang mampu memenangkan pertarungan di lini tengah dan memanfaatkan ruang sekecil apa pun.
Pertandingan ini bahkan bisa disebut sebagai duel “mati karena umpan”. Kedua tim memiliki gelandang yang sama-sama nyaman mengontrol tempo lewat aliran bola pendek dan penguasaan permainan.
Pertandingan ini memang dipenuhi nama-nama besar di lini tengah, tetapi justru duel di sektor sayap terlihat lebih berpotensi menentukan hasil akhir.
Jika Nuno Mendes mampu membatasi pergerakan Lamine Yamal tanpa mengurangi kontribusinya dalam menyerang, peluang Portugal untuk mengimbangi permainan Spanyol akan jauh lebih besar.
Sebaliknya, bila Yamal mendapat ruang sejak awal, Spanyol bisa lebih cepat mengendalikan ritme pertandingan.
Lini Tengah Dipenuhi Bintang
Portugal membawa trio gelandang Vitinha, Neves, dan Bruno Fernandes yang akan menghadapi kekuatan lini tengah Spanyol.
Di kubu lawan sudah ada Rodri dan Pedri. Satu tempat lainnya masih bisa diisi Dani Olmo, Fabian Ruiz, Gavi, atau Mikel Merino. Pilihan yang dimiliki Spanyol membuat sektor ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka.
Meski begitu, lini tengah Portugal sempat mendapat sorotan usai menghadapi Kroasia. Mereka dinilai terlalu lambat mengalirkan bola dan lebih sering memainkan umpan ke belakang sehingga serangan sulit berkembang.
Sebaliknya, Spanyol memiliki Pedri yang selalu berpikir ke depan ketika menguasai bola. Dani Olmo juga memberi dimensi berbeda sebagai kreator serangan. Bila mereka mampu menemukan ritme permainan sejak awal, Spanyol berpeluang menguasai jalannya pertandingan.
Lamine Yamal vs Nuno Mendes Bisa Jadi Penentu
Meski duel gelandang begitu menarik, pertarungan di sisi lapangan justru diprediksi lebih menentukan.
Semua mata akan tertuju kepada Lamine Yamal yang berhadapan langsung dengan Nuno Mendes. Bek kiri Portugal dikenal agresif membantu serangan, tetapi ia juga dituntut tetap disiplin menjaga Yamal sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, Portugal memiliki Rafael Leao yang sempat mengancam Kroasia lewat tembakan melengkung yang membentur mistar gawang. Spanyol diperkirakan akan berusaha menutup ruang geraknya dengan pengawalan berlapis agar Leao tidak leluasa melepas tembakan.
Sisi kanan Portugal juga berpotensi menarik perhatian jika Pedro Neto dimainkan menghadapi Marc Cucurella. Keduanya sudah saling mengenal sejak sama-sama memperkuat Chelsea sehingga memahami kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Ketajaman Oyarzabal Tak Boleh Diabaikan
Portugal juga harus memberi perhatian khusus kepada Mikel Oyarzabal di kotak penalti.
Penyerang Spanyol itu hanya membutuhkan sedikit ruang untuk menciptakan peluang. Dalam 16 penampilan sebagai starter bersama tim nasional Spanyol, Oyarzabal sudah terlibat dalam 23 gol.
Sempat menjalani awal yang kurang meyakinkan, termasuk ketika menghadapi Tanjung Verde saat ia nyaris tidak menyentuh bola selama 30 menit pertama, Oyarzabal kini kembali menemukan performa terbaiknya bersama Spanyol.
Gol pertama diyakini akan sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Jika Spanyol mampu unggul lebih dulu, Portugal bakal dipaksa bermain lebih terbuka. Situasi itu dapat memberi ruang lebih besar bagi pemain seperti Lamine Yamal dan Pedri untuk memaksimalkan kecepatan serta kreativitas mereka.
