
Lolos dari tekanan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo memang membuat Inggris tetap bertahan di Piala Dunia 2026. Namun kemenangan itu juga memperlihatkan bahwa pasukan Three Lions masih memiliki banyak pekerjaan rumah sebelum menghadapi Meksiko.
Gol penentu dari Harry Kane memang menyelamatkan Inggris. Hasil akhirnya memuaskan, tetapi penampilan tim belum sepenuhnya meyakinkan. Kini tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu.
Rekor kandang Meksiko memang pantas dihormati, tetapi angka-angka itu juga perlu dilihat dari kualitas lawan yang mereka hadapi.
Inggris memiliki materi pemain yang berada di level berbeda dibanding sebagian besar tim yang pernah datang ke Estadio Azteca dalam beberapa tahun terakhir. Kuncinya justru ada pada performa Inggris sendiri.
Jika Three Lions mampu tampil lebih rapi dibanding saat melawan Republik Demokratik Kongo, rekor tak terkalahkan Meksiko di Azteca bukan sesuatu yang mustahil untuk dipatahkan.
Estadio Azteca Jadi Senjata Utama Meksiko
Meksiko akan menjamu Inggris di Estadio Azteca, stadion yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai benteng mereka. Bermain di kandang sendiri selalu menjadi keuntungan besar, apalagi stadion ini berdiri di ketinggian lebih dari 2.130 meter di atas permukaan laut.
Kondisi tersebut membuat pemain lebih cepat kehilangan tenaga, baik secara fisik maupun mental. Meksiko sudah terbiasa bermain dalam situasi seperti itu, sedangkan Inggris hampir tidak pernah mengalaminya.
Sebagai perbandingan, stadion dengan lokasi tertinggi di sepak bola Inggris, The Hawthorns milik West Brom, hanya berada sekitar 168 meter di atas permukaan laut.
Belum lagi dukungan hampir 90 ribu suporter yang diperkirakan memenuhi stadion. Atmosfer seperti itu membuat banyak tim tamu kesulitan mengembangkan permainan.
Catatan kandang Meksiko juga sangat mengesankan. Dari 89 pertandingan, mereka meraih 70 kemenangan, 17 hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.
Di Piala Dunia, rekor mereka bahkan lebih kuat. Meksiko mengoleksi tujuh kemenangan dan tiga hasil seri dari 10 pertandingan di Estadio Azteca, sehingga belum pernah kalah di stadion tersebut dalam ajang Piala Dunia.
Inggris Datang Membawa Ujian Terberat untuk Meksiko
Meski memiliki rekor kandang luar biasa, Meksiko belum banyak menghadapi lawan elite dalam laga gugur turnamen besar selama periode tersebut.
Sejak terakhir kali kalah di Estadio Azteca pada September 2013 dari Honduras, Meksiko sudah melewati 26 pertandingan tanpa kekalahan di stadion itu.
Lawan-lawan yang mereka hadapi antara lain Panama, Kanada, Amerika Serikat, Selandia Baru, Honduras, hingga Skotlandia.
Portugal menjadi salah satu tim dengan kualitas yang bisa disejajarkan dengan Inggris.
Karena itu, duel melawan Inggris dipandang sebagai ujian terbesar bagi Meksiko selama mempertahankan rekor impresif tersebut.
Di sisi lain, rasa percaya diri Meksiko sedang berada di puncaknya. Mereka selalu menang di setiap pertandingan Piala Dunia 2026 sejauh ini tanpa sekali pun kebobolan.
Selain itu, mereka juga berhasil memutus penantian panjang dengan memenangi laga fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah pada 1986.
Inggris jelas datang dengan target menghentikan laju tersebut. Namun jika kembali tampil seperti saat menghadapi Republik Demokratik Kongo, mengandalkan ketajaman Harry Kane saja kemungkinan tidak akan cukup untuk membawa Three Lions melewati salah satu laga tersulit mereka di turnamen ini.
