Rumitnya Rivalitas Timnas Serbia dan Swiss di Piala Dunia Qatar

Gilabola.com – Timnas Serbia dan Swiss memiliki persaingan yang kental akan nilai sejarah, sehingga pertemuan kedua tim diperkirakan akan menjadi salah satu yang menarik di Piala Dunia Qatar.

Serbia dan Swiss akan sama-sama berada di Grup G di Qatar. Dua tim lain di grup itu adalah tim yang sudah lima kali menjadi juara Piala Dunia, Brasil, plus Kamerun.

Jika selama ini persaingan internasional terjadi di antara dua negara yang saling berbatasan, Swiss justru berada lebih dari seribu kilometer arah barat laut Serbia. Itulah mengapa persaingan antara kedua negara ini mempunyai makna yang jauh lebih dalam ketimbang masalah perbatasan.

Cerita dimulai dengan banyaknya warga Kosovo – bekas provinsi di Serbia, yang terpaksa mengungsi ke Swiss, termasuk mantan bintang Liverpool Xherdan Shaqiri dan keluarga gelandang Arsenal, Granit Xhaka.

Kisahnya berawal dari Kosovo – sebuah bekas provinsi di Serbia yang menjadi tempat bagi banyak warga Swiss yang mengungsi, termasuk mantan bintang Liverpool, Xherdan Shaqiri, dan keluarga gelandang Arsenal, Granit Xhaka.

Kedua pemain itu – yang diidentifikasi sebagai keturunan Kosovo – Albania, pernah menjadi perbincangan hangat dan menghiasi headline surat kabar di dunia saat mereka lakukan selebrasi dua kepala elang hitam – lambang di bendera Albania, usai mencetak gol ke gawang Timnas Serbia di Piala Dunia 2018.

FIFA pun turun tangan, dan membuka proses pelanggaran disiplin setelah Federasi Sepak Bola Serbia sampaikan protes secara resmi.

Xhaka menyatakan, dirinya lakukan selebrasi tersebut ditujukan untuk penghormatan kepada ‘warga Albania’. “Itu untuk masyarakat saya, yang selalu mendukung saya. Untuk mereka yang tak mengabaikan saya, di tanah air saya, di mana mereka menjadi akar budaya kedua orang tua saya. Ini murni emosi,” tandas Xhaka.

Sedangkan Shaqiri, dia menolak untuk menjelaskan maksud dari selebrasi dua kepala elang hitam yang dilakukannya. “Saya tak bisa menjelaskan gesture saya itu, saya takut. Kami pemain sepak bola, bukan politikus…Emosi kadang-kadang juga dialami pesepak bola, dan ada banyak emosi dalam pertandingan itu,” ujar Shaqiri.

Ketika itu, Swiss dan Serbia juga bertemu di fase grup Piala Dunia 2018. Baik Shaqiri maupun Xhaka sama-sama mencetak gol kemenangan Swiss 2-1 atas Serbia yang sempat unggul lebih dulu.

Usai mencetak gol, Xhaka dan Shaqiri meletakkan kedua tangannya di depan dada membentuk dua kepala elang, hingga menuai protes dari pihak Timnas Serbia.

Tensi antara warga Kosovo dan Serbia tetap tinggi setelah itu, karena Serbia menolak untuk mengakui Kosovo sebagai negara merdeka, hingga membuat warga asli Kosovo yang  berada di pengungsian di Swiss menjadi marah.

Para suporter pun memperkirakan, berbagai ketegangan, masalah politik dan emosi akan kembali terlihat saat Timnas Serbia dan Timnas Swiss bertemu lagi di pertandingan fase Grup G Piala Dunia Qatar, 2 Desember 2022. Demikian diungkapkan SunSport.