Joao Cancelo Sebut Babak Kedua Barcelona Sebagai yang Terburuk dalam Karirnya

Gilabola.comJoao Cancelo mengatakan bahwa itu adalah pertandingan terburuk yang pernah dialaminya sebagai pemain usai Barcelona dipermalukan Villarreal dengan skor telak 3-5 di Camp Nou laga lanjutan Premier League mereka.

Pada malam yang menegangkan di Barcelona, gelandang Frenkie de Jong menolak pertanyaan tentang Xavi Hernandez yang berada di bawah tekanan setelah pertandingan, meski pada akhirnya sang manajer kemudian mengumumkan mundur dari jabatannya di akhir musim.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komentar rekan setimnya, Joao Cancelo, yang menyatakan bahwa mereka berhasil melakukan hal tersulit untuk bangkit, namun kebobolan tiga gol lagi.

Cancelo menyalahkan kesalahan pada diri mereka sendiri dan menyebutnya sebagai bencana. Menurut berita yang dikutip dari Diario AS, dia menggambarkan babak kedua sebagai 45 menit terburuk dalam karirnya.

Bek pinjaman Manchester City itu mengatakan setelah pertandingan, “Saya berbicara tentang diri saya sendiri. Itu adalah sebuah bencana. Itu adalah 45 menit terburuk dalam karier saya.”

Joao Cancelo lebih fokus pada pengakuan kesalahan pribadinya di babak kedua untuk mencoba membalikkan keadaan. Bek sayap ini diperkirakan akan kembali menjadi starter untuk pertandingan La Liga Barcelona berikutnya melawan Osasuna dan Alaves.

Kekalahan telak 3-5 Barcelona di kandang Villarreal mengakhiri malam yang liar di Catalonia. Meskipun berhasil memimpin 3-2 memasuki lima menit terakhir waktu normal, tim asuhan Xavi Hernandez kehilangan keunggulannya, dan tim tamu mencetak dua gol di waktu tambahan untuk meraih kemenangan.

Hasil ini membuat Barcelona tertinggal delapan poin dari peringkat kedua Girona dalam perburuan gelar La Liga dan akhirnya membuat manajer Xavi Hernandez mundur dari jabatannya di akhir musim sebagai bentuk tanggung jawab.

AYO JOIN CHANNEL WHATSAPP GILABOLA.COM UNTUK MENDAPATKAN UPDATE TERBARU SEPUTAR SEPAK BOLA! KLIK DI SINI GIBOLERS!

Frenkie de Jong, bintang lini tengah Barcelona, memberikan dukungannya kepada manajer dan mengklaim bahwa tanggung jawab ada di tangan tim, bukan semata-mata pada kesalahan manajer mereka.

Dikutip dari DAZN, melalui Diario AS, De Jong menyatakan bahwa itu adalah kesalahan mereka sebagai pemain, dan jika tidak berhasil, itu adalah kesalahan mereka, bukan pelatih Xavi Hernandez.

Dia juga menegaskan bahwa hal semacam itu tidak boleh terjadi pada tim papan atas seperti Barcelona dan mengakui bahwa mereka harus berbuat lebih baik dalam kekalahan buruk melawan Villarreal ini.

Frenkie de Jong menyatakan keyakinannya pada Xavi Hernandez dan stafnya, menganggap pekerjaan mereka baik, dan mengakui bahwa kegagalan tersebut adalah kesalahan mereka sebagai tim.

Peluang Barcelona untuk mempertahankan gelar liga semakin sulit dengan rival-rivalnya yang terus membangun momentum sejak awal tahun 2024, termasuk Real Madrid yang kini unggul 10 poin dari juara bertahan berkat kemenangan atas Las Palmas.