Bayern Munchen melumat RB Leipzig dengan skor telak 6-1, tetapi kemenangan besar tersebut masih menyisakan sejumlah catatan penting bagi Vincent Kompany. Ketajaman Luis Diaz menjadi sorotan utama, sedangkan masalah pertahanan dan eksperimen posisi pemain perlu diperhatikan menjelang pertandingan melawan Arsenal.
Berikut empat hal penting yang dapat dipetik dari kemenangan Die Roten atas Leipzig.
1. Masalah Pertahanan Bayern Munchen Kembali Terlihat
Kemenangan besar atas Leipzig belum sepenuhnya menutupi rapuhnya lini belakang Bayern Munchen dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim asuhan Kompany masih kesulitan menjaga gawang, baik ketika mempertahankan keunggulan maupun saat sudah unggul dengan selisih gol besar.
Hasil imbang 3-3 melawan Viking menjadi salah satu gambaran masalah tersebut. Bayern mendominasi pertandingan, tetapi tetap kebobolan meski lawan baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama mereka ketika waktu normal menyisakan sedikit lebih dari 10 menit.
Hasil imbang 2-2 melawan Augsburg juga memperlihatkan persoalan serupa, terutama akibat kesalahan pertahanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa lini belakang Bayern belum sestabil musim lalu.
Padahal, Bayern pernah membatasi Paris Saint-Germain hanya mencetak satu gol dalam satu babak pada musim sebelumnya, meski Luis Diaz sudah mendapat kartu merah. Hal yang menarik, Kompany mampu melakukannya dengan komposisi pemain belakang yang kurang lebih sama.
Sebagai mantan bek, Kompany memiliki pengalaman untuk memperbaiki organisasi pertahanan timnya. Ia juga berperan membantu Dayot Upamecano berkembang menjadi bek yang lebih solid.
Dengan Arsenal sudah menanti, Bayern perlu segera membenahi koordinasi lini belakang. Kemenangan telak tidak akan banyak berarti apabila mereka kembali memberikan ruang kepada lawan untuk menciptakan peluang.
2. Luis Diaz Kembali Menemukan Ketajamannya
Luis Diaz memperlihatkan bahwa dirinya kembali ke performa terbaik setelah memulai musim dengan lambat. Kecepatan, dribel, pergerakan tanpa bola, dan kemampuannya membaca situasi pertandingan terlihat jauh lebih baik dibandingkan sebelum jeda internasional.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Pemain asal Kolombia itu juga mencetak hattrick keduanya di Bundesliga. Hat-trick sebelumnya ia bukukan ketika Bayern menghadapi Hoffenheim di kandang pada musim lalu.
Menariknya, gol ketiga dalam kedua hat-trick tersebut memiliki kemiripan. Diaz berlari melintasi area pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang.
Gol yang ia cetak ketika menghadapi Viking mungkin menjadi titik awal kebangkitannya. Saat melawan Leipzig, Diaz tampil lebih lepas dan menunjukkan kualitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling menonjol Bayern musim lalu.
Leipzig sebenarnya berusaha bertahan dan menjaga peluang mereka tetap terbuka. Maarten Vandevoordt bahkan melakukan sejumlah penyelamatan penting, tetapi Diaz dan rekan-rekannya terlalu dominan untuk dihentikan.
3. Eksperimen Posisi Pemain Bisa Menjadi Senjata Kompany
Salah satu hal menarik dari kemenangan Bayern adalah banyak pemain menempati posisi yang berbeda dari peran utama mereka. Aleksandar Pavlovic bahkan bermain sebagai winger kiri dan berhasil mencetak gol dari posisi tersebut.
Harry Kane bergerak lebih dalam untuk menjalankan peran sebagai playmaker, sekaligus bertukar posisi dengan Ismael Saibari. Nathaniel Brown juga beberapa kali terlihat menempati posisi gelandang serang, meski ia dikenal memiliki kecenderungan bermain lebih menyerang.
Eksperimen tersebut tidak berhenti di lini tengah dan depan. Dayot Upamecano sempat bermain sebagai bek kanan, sedangkan Serge Gnabry menempati posisi bek kiri.
Perubahan posisi yang terus-menerus diduga membuat Leipzig kesulitan menjalankan pressing man-to-man. Bayern mampu mengacaukan penjagaan lawan dengan pergerakan pemain yang sulit diprediksi.
Pendekatan serupa pernah digunakan Bayern ketika mengalahkan Barcelona dengan skor 3-0 di kandang lawan beberapa tahun lalu. Kompany mungkin mempertimbangkan strategi tersebut untuk menghadapi Arsenal.
Meski begitu, pendekatan ini memiliki risiko. Arsenal memiliki kemampuan memanfaatkan ruang untuk melancarkan serangan, terutama ketika lawan memberikan kesempatan bagi mereka membangun permainan.
Manchester City dan sejumlah klub lain pernah menunjukkan bahwa Arsenal bisa dikalahkan pada musim lalu. Namun, absennya Michael Olise menjadi kehilangan besar yang dapat memengaruhi pilihan taktik Bayern.
4. Mengapa Bara Sapoko Ndiaye Tidak Masuk Skuad?
Ketidakhadiran Bara Sapoko Ndiaye dari daftar pemain Bayern Munchen melawan Leipzig turut menarik perhatian. Pemain muda asal Senegal tersebut hanya dua kali tidak masuk bangku cadangan, yakni ketika Bayern menang 4-1 atas Osnabruck dan dalam pertandingan melawan Leipzig.
Ketika masuk daftar pemain cadangan, Bara juga belum mendapatkan banyak kesempatan bermain. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai perannya dalam rencana Kompany musim ini.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah performa Bayern yang belum sepenuhnya meyakinkan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dibandingkan musim lalu, Die Roten kini tidak terlihat sama sulitnya untuk dikalahkan.
Bara memiliki energi, kecepatan, dan potensi untuk berkembang menjadi pemain kelas dunia. Meski demikian, ia belum berada pada tahap ketika Bayern bisa mengandalkannya untuk menyelamatkan tim dari situasi sulit atau langsung mengubah jalannya pertandingan.
Karena itu, minimnya kesempatan bermain bagi Bara bisa dipahami dari kebutuhan Bayern untuk mengandalkan pemain yang lebih berpengalaman ketika pertandingan berlangsung ketat. Perkembangannya tetap menarik untuk diikuti, tetapi ia masih membutuhkan waktu sebelum mendapatkan peran yang lebih besar.
Kemenangan 6-1 atas Leipzig memperlihatkan betapa berbahayanya Bayern ketika lini serang mereka tampil maksimal. Ketajaman Diaz dan fleksibilitas taktik Kompany menjadi modal penting, tetapi kestabilan pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah utama menjelang laga melawan Arsenal.


