Chelsea Punya Masalah Baru Usai Pemecatan Graham Potter

Gila Bola – Chelsea punya masalah baru usai pemecatan pelatih Graham Potter. Diungkapkan Kai Havertz, didepaknya pelatih 47 tahun itu ternyata sangat berdampak pada kepercayaan diri para pemain Chelsea.

Chelsea bermain imbang 0-0 melawan Liverpool – di laga pertama sejak kepergian pelatih Inggris tersebut. Posisi Potter untuk sementara digantikan mantan asistennya, Bruno Saltor, saat klub terus mencari pelatih tetap.

Chelsea mengulang cerita yang sama meskipun mereka telah lakukan pergantian manajerial. Skuad The Blues sekali lagi tunjukkan penyelesaian akhir yang buruk dan mereka tetap berada di urutan ke-11 Liga Premier setelah tak pernah mencetak gol di empat pertemuan beruntun melawan Liverpool.

Kai Havertz jelas-jelas frustrasi di depan gawang lawan, meskipun sempat menembakkan bola ke arah gawang Alisson. Walau bola akhirnya masuk ke gawang The Reds, tapi VAR menganulir gol tersebut setelah bola terlihat mengenai lengannya.

Pemain internasional Jerman itupun sempat ditanya, apakah dia dan rekan-rekan satu timnya bermain dengan rasa tak percaya diri setelah The Blues kehilangan poin lebih banyak lagi saat ini.

Pemecatan Potter dari Chelsea Tak Membuat Segalanya Lebih Mudah

“Barangkali iya, saya pikir saat ini setelah kalah di akhir pekan, kami kehilangan banyak rasa kepercayaan diri dan (pemecatan pelatih) tidak membuat segalanya menjadi lebih mudah. Namun, kami semua profesional, dan harus mencetak gol, kami harus terus melaju,” tandas Kai Havertz kepada Sky Sports.

“Kami harus lakukan pekerjaan kami di lapangan, tapi saat anda memiliki seorang pelatih untuk waktu yang lama, hal itu tentunya akan menjadi lebih mudah bagi kami para pemain,” tambahnya.

Havertz bahkan mengaku, skuad Chelsea frustrasi saksikan Graham Potter harus pergi, meskipun pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan tersebut.

Chelsea Harus Segera Fokus ke Liga Champions

Tak banyak waktu bagi tim London Barat itu untuk segera dapatkan kembali kepercayaan diri mereka, dan alihkan fokus ke ajang Eropa.

Chelsea punya kesempatan terakhir untuk menyelamatkan sesuatu di musim yang menyedihkan saat ini. Demikian diungkapkan Evening Standard.

Kai Havertz dan kawan-kawan akan lakoni laga leg pertama perempat final Liga Champions di kandang Real Madrid pada pekan depan. Lalu, mereka akan menjamu raksasa Spanyol itu di Stamford Bridge sepekan kemudian. “Ada sembilan pertandingan tersisa di ajang liga, dan Chelsea tak pantas berada di urutan ke-11,” tegasnya.

Ayo join channel whatsapp Gilabola.com untuk mendapatkan update seputar berita bola terbaru! Untuk bergabung klik di sini gibolers!