Manchester City harus menerima kenyataan pahit dalam upaya merekrut Aleksandar Pavlović. Gelandang bertahan Bayern Munchen itu memilih menolak pendekatan klub Inggris tersebut meski mereka dikabarkan siap mengeluarkan dana hingga €100 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Pavlović merasa terhormat mendapat perhatian dari klub sebesar Manchester City. Tapi, masa depannya tetap berada di Allianz Arena, tempat ia tumbuh sebagai pemain sejak usia muda.
Manchester City Siapkan Rp1,9 Triliun
Manchester City sempat merombak lini tengah pada bursa transfer musim panas setelah melepas Rodri, Nico González, dan Tijjani Reijnders.
Klub asuhan Enzo Maresca itu kemudian mendatangkan Elliot Anderson, Ayyoub Bouaddi, dan Enzo Fernández. Dua nama terakhir bergabung dari Lille dan Chelsea pada pekan terakhir bursa transfer.
Pavlović rupanya masuk dalam daftar pemain yang turut dipantau The Citizens. Perkembangannya bersama Bayern Munchen membuat gelandang berusia 22 tahun tersebut menarik perhatian klub Premier League itu.
Laporan yang dikutip Sport Witness pada September menyebut Manchester City siap menggelontorkan €100 juta atau sekitar Rp1,9 triliun demi memboyongnya. Pavlović menolak tawaran tersebut hingga membuat pihak City dikabarkan terkejut.
Kini, laporan Bild kembali menyoroti ketertarikan Manchester City. Nilai transfer yang disiapkan disebut tetap mencapai €100 juta, tetapi keinginan sang pemain untuk bertahan di Bayern membuat rencana perekrutan itu sulit dilanjutkan.
Keluarga Jadi Alasan Utama
Keputusan Pavlović sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Ia lahir di kota Munich dan bergabung dengan akademi Bayern pada 2011. Sejak menembus tim utama pada 2023, ia terus membangun karier bersama klub raksasa Jerman tersebut.
Pavlović sudah mencatatkan 107 penampilan kompetitif untuk tim utama Bayern. Ia mengoleksi delapan gol dan lima assist, termasuk 44 penampilan sepanjang musim 2025-2026.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Bayern juga memberinya peran penting di bawah arahan Vincent Kompany. Bagi Pavlović, meninggalkan klub yang membesarkannya bukan keputusan yang mudah untuk dipertimbangkan.
“Pertama-tama, merupakan sebuah kehormatan ketika klub top seperti City mendekati Anda. Saya tumbuh di Munchen. Saya sudah lama berada di sini dan selalu bermain untuk Bayern,” ujar Pavlović.
“Keluarga dan teman-teman saya tinggal di sini. Tidak ada yang lebih baik bagi saya. Karena itulah, keputusan tersebut tidak sulit.”
Pernyataan itu memperjelas alasan gelandang internasional Jerman tersebut menolak kesempatan pindah ke Premier League. Besarnya tawaran Manchester City tidak mengubah prioritasnya untuk melanjutkan karier di Bayern.
Terinspirasi oleh Rodri
Menariknya, pendekatan Manchester City justru menjadi motivasi tambahan bagi Pavlović untuk berkembang. Ia memahami bahwa klub Inggris tersebut membutuhkan gelandang bertahan berkualitas setelah kepergian Rodri.
Pavlović juga mengakui kualitas pemain yang pernah meraih Ballon d’Or tersebut. Baginya, dibandingkan dengan Rodri merupakan bentuk pengakuan terhadap perkembangan kariernya.
“Semua orang tahu betapa hebatnya Rodri sebagai gelandang bertahan. Dia tidak memenangkan Ballon d’Or tanpa alasan,” kata Pavlović.
“Tentu saja, saya merasa terhormat dibandingkan dengan pemain seperti dia. Saya menjadikannya motivasi untuk mencapai tujuan saya, yaitu terus berkembang dan memantapkan posisi di antara pemain terbaik dunia.”
Pavlović kini ingin membuktikan kemampuannya bersama Bayern Munchen. Targetnya bukan sekadar mempertahankan tempat di tim utama, melainkan juga membantu klub meraih berbagai gelar.
“Kami ingin memenangkan semuanya, mulai dari Liga Champions, DFB-Pokal, hingga gelar juara Liga Jerman,” tegasnya.
Dengan sikap tersebut, Manchester City harus mencari jalan lain jika ingin memperkuat lini tengah mereka. Pavlović sudah menyampaikan pilihannya, dan untuk saat ini, Bayern Munchen tetap menjadi tempat yang ingin ia perjuangkan.


