Arsenal mengalahkan Lille 3-0 di Emirates Stadium setelah mencetak tiga gol hanya dalam tujuh menit pada babak kedua. Bukayo Saka, Jurrien Timber, dan Eberechi Eze menjadi penentu kemenangan yang menjaga rekor sempurna The Gunners di Liga Champions musim ini.
Gila! Arsenal sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan selama satu jam pertandingan. Begitu menemukan celah, tim asuhan Mikel Arteta langsung mengubah jalannya laga.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Arsenal dari dua pertandingan Liga Champions musim ini. Mereka juga mencatat sembilan kemenangan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi.
Tiga Gol dalam Tujuh Menit!
Timber membuka pesta gol Arsenal sesaat setelah pertandingan melewati satu jam. Bek sayap tersebut menerima umpan Noni Madueke, lalu memperlihatkan sentuhan pertama yang istimewa untuk melewati kapten Lille, Benjamin Andre.
Timber kemudian melihat kiper Berke Ozer bergerak maju. Tanpa membuang kesempatan, ia melepaskan cungkilan yang membawa Arsenal unggul.
Gol tersebut menjadi awal petaka bagi Lille.
Arteta langsung memasukkan Saka, Martin Odegaard, dan Kai Havertz untuk menambah tenaga di lapangan. Pergantian pemain itu segera membuahkan hasil.
Tiga menit setelah gol pembuka, Arsenal menggandakan keunggulan melalui Eze. Saka menjadi kreator setelah menerima operan Bruno Guimaraes di sisi kanan, sebelum mengirimkan umpan yang diselesaikan Eze dengan tenang.
Lille belum sempat memulihkan keadaan ketika Saka kembali menghukum pertahanan mereka. Pada menit ke-71, pemain sayap Inggris itu bekerja sama dengan Havertz, yang juga masuk sebagai pemain pengganti, untuk mencetak gol ketiga.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Arsenal pun menutup pertandingan dengan kemenangan telak 3-0.
Arsenal Sempat Dibuat Frustrasi
Hasil akhir memang terlihat meyakinkan. Jalannya pertandingan sebelum tiga gol tersebut justru berbeda.
Lille mampu merepotkan tuan rumah pada babak pertama. Arsenal kesulitan menciptakan peluang bersih, meskipun Guimaraes sempat memperoleh kesempatan setelah kombinasi apik Madueke dan Timber.
Sayangnya, tembakan Guimaraes melebar. Sundulan Mikel Merino yang menyambut umpan silang Timber juga belum menghasilkan gol karena langsung mengarah kepada Ozer.
Lille bahkan sempat mengira sudah unggul pada menit ke-22 melalui Ayase Ueda. Bendera offside menyelamatkan Arsenal dari kebobolan.
Eze, yang memperoleh kesempatan langka sebagai starter, turut menguji Ozer. Menjelang turun minum, tembakan Guimaraes yang membentur pemain lawan juga berhasil diamankan kiper Lille tersebut.
Babak kedua berjalan dengan pola serupa. Arsenal terus mencari celah, tetapi ancaman terhadap gawang Lille belum cukup berarti hingga pertandingan melewati satu jam.
Guimaraes sempat meminta penalti setelah terjatuh akibat benturan dengan Alexsandro di kotak terlarang. Wasit Felix Zwayer menolak permintaannya, sedangkan VAR tidak melakukan intervensi.
Arsenal akhirnya menemukan jalan keluar melalui gol Timber. Setelah itu, pertandingan berubah sepenuhnya.
Rekor Sempurna Berlanjut
Kemenangan atas Lille memperpanjang catatan Arsenal menjadi 14 kemenangan beruntun di fase grup Liga Champions, termasuk format fase liga kompetisi tersebut.
The Gunners juga mempertahankan rekor tanpa kehilangan poin di fase liga selama hampir dua tahun. Kekalahan terakhir mereka dalam periode tersebut terjadi ketika menyerah 0-1 kepada Inter Milan pada November 2024.
Arsenal kini terus memburu gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Musim lalu, mereka sudah melangkah jauh, tetapi belum berhasil menuntaskan perjalanan dengan trofi.
Ada pula momen menarik pada penghujung pertandingan. Olivier Giroud, yang kini berusia 40 tahun, kembali tampil di Emirates Stadium dalam 12 menit terakhir.
Max Dowman juga mendapat kesempatan bermain singkat. Usianya terpaut 24 tahun dari Giroud, sebuah kontras menarik dalam pertandingan yang akhirnya menjadi milik Arsenal.


