
Gilabola.com – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, secara terbuka mengakui bahwa peluang timnya untuk melangkah ke perempat final Liga Champions tidak terlalu besar setelah mengalami kekalahan pada leg pertama melawan Real Madrid.
Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-0 pada pertandingan leg pertama babak 16 besar yang berlangsung Kamis dini hari WIB di ibu kota Spanyol. Federico Valverde menjadi bintang kemenangan dengan mencetak tiga gol sekaligus.
Tim tuan rumah sebenarnya hampir menambah keunggulan menjadi empat gol. Namun upaya Vinicius Jr melalui tendangan penalti berhasil digagalkan oleh kiper Gianluigi Donnarumma.
Dengan hasil tersebut, Manchester City menghadapi tugas yang sangat berat pada leg kedua yang akan digelar di Manchester pekan depan. Mereka harus mengejar ketertinggalan besar jika ingin melanjutkan perjalanan di kompetisi elite Eropa tersebut.
Musim lalu, City juga tersingkir dari Liga Champions pada fase play-off oleh lawan yang sama. Karena itu, mereka berpotensi kembali mengalami kegagalan lebih awal jika tidak mampu melakukan kebangkitan besar di kandang sendiri.
Saat dimintai pendapat mengenai peluang timnya untuk melaju ke babak berikutnya, Guardiola memberikan jawaban yang cukup jujur dalam konferensi pers setelah pertandingan.
“Untuk saat ini, peluangnya tidak terlalu besar,” kata Guardiola.
Ia menegaskan bahwa timnya tetap akan berusaha keras pada leg kedua meskipun situasinya semakin sulit.
“Tentu saja kami akan mencoba. Sekarang semuanya menjadi lebih sulit dari segi mental, tetapi kami akan bermain di depan para pendukung kami. Kami harus tampil lebih baik terutama di area sepertiga akhir lapangan dan kami akan mencoba melakukannya,” ujarnya.
Sebelum menjalani pertandingan leg kedua melawan Real Madrid, Manchester City terlebih dahulu akan kembali berkompetisi di Liga Inggris. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas West Ham United pada Sabtu malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.
Pertandingan tersebut juga penting bagi City karena mereka tidak boleh kehilangan poin dalam persaingan perebutan gelar liga dengan Arsenal.
Sementara itu, Real Madrid akan bertandang ke Stadion Etihad untuk menjalani leg kedua pada Rabu 18 Maret dini hari WIB.
Penyerang Manchester City, Jeremy Doku, juga memberikan pandangannya mengenai pertandingan leg pertama tersebut. Ia menilai Real Madrid sangat berbahaya ketika mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik.
“Ketika menghadapi tim seperti Real Madrid, kami tahu bahwa begitu kehilangan bola mereka langsung menunggu momen untuk melakukan serangan balik dan kemudian mencetak gol,” kata Doku.
Menurutnya, situasi menjadi semakin sulit setelah timnya kebobolan tiga gol. Terlebih Real Madrid bermain cukup disiplin dalam bertahan.
“Mereka mencetak tiga gol dan setelah itu sulit untuk mengejar karena mereka bermain sangat defensif. Namun saya merasa jika peluang pertama yang kami miliki bisa menjadi gol, pertandingan akan berjalan berbeda,” jelasnya.
Doku juga menilai penyelamatan penalti oleh Donnarumma menjadi momen penting bagi timnya karena mencegah ketertinggalan yang lebih besar.
“Penyelamatan itu sangat membantu kami. Kami masih percaya diri,” tambahnya.
Meski harus lebih dulu menghadapi West Ham United, Doku menegaskan bahwa Manchester City tetap yakin dengan kemampuan yang dimiliki tim.
“Kami percaya pada kualitas kami dan kami tahu bahwa bermain di Etihad akan menjadi pertandingan yang berbeda. Kami membutuhkan dukungan para suporter dan jika mereka bisa mencetak tiga gol, mengapa kami tidak bisa melakukan hal yang sama?” ujarnya.
Analisa Redaksi
Untuk mengejar defisit tiga gol pada leg kedua, Manchester City harus memperbaiki koordinasi lini belakang secara drastis guna mengantisipasi serangan balik cepat lawan.
Berkaca dari laga pertama, kegagalan dalam mengantisipasi bola panjang serta buruknya koordinasi saat menghadapi transisi cepat Madrid terbukti sangat fatal dan berujung pada kebobolan cepat.
Stabilitas pertahanan menjadi syarat mutlak agar mereka tidak kembali kebobolan, yang akan membuat upaya mengejar agregat menjadi jauh lebih berat.
Dari sisi lini serang, Pep Guardiola wajib menemukan solusi agar Erling Haaland tidak lagi terisolasi di lini depan. Pada pertemuan pertama, upaya serangan yang dibangun melalui sisi sayap oleh Jérémy Doku dan Antoine Semenyo terbukti kurang tajam serta mudah diredam oleh kedisiplinan pertahanan Real Madrid.
City perlu menciptakan variasi serangan yang lebih kreatif dan efektif agar mampu menembus pertahanan lawan yang terbukti solid dalam menjaga clean sheet di leg pertama.
Selain itu, ketajaman di depan gawang harus ditingkatkan secara signifikan, mengingat minimnya peluang berbahaya yang mampu diciptakan pada laga sebelumnya.
Manchester City tidak boleh membuang-buang kesempatan sekecil apa pun jika ingin membalikkan keadaan, terutama karena kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, tampil cukup tangguh dalam menghalau upaya para pemain City.
Ketepatan dalam eksekusi menjadi kunci utama untuk membongkar pertahanan Madrid dan memicu motivasi tim demi mengejar ketertinggalan skor agregat di markas sendiri.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!