
Piala Dunia 2026 tinggal menghitung waktu. Turnamen paling bergengsi di sepak bola dunia itu akan hadir dengan wajah baru yang jauh lebih besar dibanding edisi sebelumnya.
Argentina datang sebagai juara bertahan usai mengangkat trofi di Qatar 2022. Namun perjalanan mempertahankan gelar dipastikan tidak akan mudah karena persaingan kini melibatkan lebih banyak negara dan lebih banyak pertandingan.
Poin Penting Piala Dunia 2026:
- Tiga negara menjadi tuan rumah
- Turnamen dimulai 12 Juni 2026
- Final digelar 20 Juli 2026 WIB
- Format baru dengan 48 tim
- Total 104 pertandingan dimainkan
- Ada 12 grup berisi empat tim
Tiga Negara Jadi Tuan Rumah
Piala Dunia 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ini menjadi pertama kalinya tiga negara menjadi tuan rumah dalam satu edisi Piala Dunia. Turnamen juga menandai kembalinya ajang tersebut ke Amerika Serikat sejak 1994 dan Meksiko sejak 1986. Bagi Kanada, ini menjadi pengalaman perdana menjadi tuan rumah Piala Dunia pria.
Jadwal Piala Dunia 2026
Laga pembuka akan berlangsung di Mexico City pada 11 Juni 2026 ketika Meksiko menghadapi Afrika Selatan.
Partai final dijadwalkan dimainkan di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli waktu setempat atau 20 Juli 2026 WIB.
Kota dan Stadion Tuan Rumah
Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah stadion terbanyak, termasuk New York New Jersey Stadium yang akan menggelar final.
Amerika Serikat
- Dallas Stadium
- Atlanta Stadium
- New York New Jersey Stadium
- Boston Stadium
- Houston Stadium
- Los Angeles Stadium
- Kansas City Stadium
- Miami Stadium
- Philadelphia Stadium
- Seattle Stadium
- San Francisco Bay Area Stadium
Kanada
- BC Place Vancouver
- Toronto Stadium
Meksiko
- Estadio Ciudad de Mexico
- Estadio Monterrey
- Estadio Guadalajara
Format Baru 48 Tim
Piala Dunia 2026 menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah.
Jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara. Mereka dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim.
Dua tim teratas dari setiap grup otomatis lolos ke fase gugur. Delapan peringkat ketiga terbaik juga akan melaju ke babak 32 besar.
Dengan format baru ini, jumlah pertandingan meningkat menjadi 104 laga, atau 40 pertandingan lebih banyak dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar.
Negara yang berhasil mencapai semifinal berpotensi memainkan hingga delapan pertandingan sepanjang turnamen.
Negara Peserta Piala Dunia 2026
Sebanyak 48 negara akan ambil bagian dalam turnamen ini.
Tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko otomatis lolos. Mereka ditemani Haiti, Panama, serta Curacao yang untuk pertama kalinya tampil di putaran final.
Dari Asia, Jordan dan Uzbekistan juga mencatat sejarah dengan lolos untuk pertama kalinya.
Afrika mengirimkan 10 wakil, termasuk Maroko dan Senegal. Sementara itu, Nigeria dan Kamerun tidak berhasil mengamankan tempat di putaran final.
Eropa tetap menjadi konfederasi dengan wakil terbanyak. Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol kembali hadir sebagai mantan juara dunia.
Salah satu kejutan terbesar adalah absennya Italia. Juara dunia empat kali itu kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Grup Piala Dunia 2026
Grup A
- Meksiko
- Korea Selatan
- Afrika Selatan
- Ceko
Grup B
- Kanada
- Swiss
- Qatar
- Bosnia dan Herzegovina
Grup C
- Brasil
- Maroko
- Skotlandia
- Haiti
Grup D
- Amerika Serikat
- Australia
- Paraguay
- Turki
Grup E
- Jerman
- Ekuador
- Pantai Gading
- Curacao
Grup F
- Belanda
- Jepang
- Tunisia
- Swedia
Grup G
- Belgia
- Iran
- Mesir
- Selandia Baru
Grup H
- Spanyol
- Uruguay
- Arab Saudi
- Cape Verde
Grup I
- Prancis
- Senegal
- Norwegia
- Irak
Grup J
- Argentina
- Austria
- Aljazair
- Yordania
Grup K
- Portugal
- Kolombia
- Uzbekistan
- DR Kongo
Grup L
- Inggris
- Kroasia
- Panama
- Ghana
Format 48 tim memang memunculkan perdebatan karena jumlah pertandingan bertambah drastis. Namun dari sisi kompetisi global, langkah FIFA membuka peluang lebih besar bagi negara-negara yang sebelumnya sulit menembus putaran final.
Kehadiran Curacao, Jordan, Uzbekistan, dan Cape Verde memberi warna baru bagi turnamen. Di sisi lain, absennya Italia menunjukkan bahwa nama besar saja tidak lagi menjamin tempat di panggung terbesar sepak bola dunia.
