
Grup B Piala Dunia 2026 menghadirkan perpaduan menarik antara tim tuan rumah, kuda hitam Eropa, hingga peserta yang masih berusaha menghapus kenangan buruk dari edisi sebelumnya.
Kanada akan tampil di depan publik sendiri dengan ambisi besar, tetapi Swiss datang sebagai tim dengan status unggulan. Bosnia-Herzegovina dan Qatar juga tidak ingin hanya menjadi pelengkap dalam persaingan yang diprediksi berlangsung ketat.
Kanada Berusaha Menulis Sejarah Baru
Dua penampilan Kanada sebelumnya di Piala Dunia berakhir mengecewakan. Mereka kalah dalam seluruh enam pertandingan yang dimainkan dan selalu tersingkir di fase grup.
Namun situasinya kali ini berbeda.
Generasi baru Kanada datang dengan kepercayaan diri lebih tinggi. Status sebagai tuan rumah membuat mereka lolos otomatis ke putaran final dan terhindar dari tekanan kualifikasi yang panjang.
Pada Piala Dunia 2022, Kanada harus menghadapi Belgia, Kroasia, dan Maroko dalam grup yang sangat berat. Di Piala Dunia 2026, peluang mereka terlihat jauh lebih terbuka.
Dukungan suporter sendiri juga menjadi modal penting bagi skuad asuhan Jesse Marsch untuk mengejar target lolos ke fase gugur.
Pemain Kunci Kanada: Alphonso Davies

Kanada memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti Jonathan David dan Alphonso Davies. Namun nama terakhir tetap menjadi sosok paling berpengaruh dalam tim.
Davies baru saja membantu Bayern Munchen meraih gelar Bundesliga ketujuhnya bersama klub tersebut. Kemampuannya bermain di berbagai area lapangan membuatnya menjadi senjata utama Kanada.
Dengan kecepatan dan daya jelajah yang dimiliki, Davies diperkirakan akan memegang peran besar sepanjang fase grup.
Bosnia-Herzegovina Kembali Setelah 12 Tahun
Bosnia-Herzegovina menjadi salah satu kisah menarik dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Mereka hanya kalah oleh gol Austria pada menit-menit akhir yang menggagalkan tiket otomatis ke putaran final. Meski begitu, Bosnia berhasil bangkit dan melewati babak playoff dengan menyingkirkan Wales serta Italia.
Ini menjadi penampilan kedua Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia setelah debut mereka pada edisi 2014 di Brasil.
Tim asuhan Sergej Barbarez datang dengan sejumlah penyerang yang sedang menikmati musim bagus di Jerman. Ermedin Demirovic mencetak 12 gol bersama Stuttgart, sedangkan Haris Tabakovic mengoleksi 13 gol untuk Borussia Monchengladbach.
Pemain Kunci Bosnia-Herzegovina: Edin Dzeko
Meski sudah berusia 40 tahun, Edin Dzeko masih menjadi figur utama dalam lini serang Bosnia-Herzegovina.
Mantan penyerang Manchester City tersebut merupakan satu dari sedikit pemain Bosnia yang memiliki pengalaman tampil di turnamen besar internasional.
Cedera memang membatasi penampilannya bersama Schalke 04 musim ini. Dzeko hanya tampil dalam 11 pertandingan Bundesliga 2, tetapi masih mampu menghasilkan sembilan kontribusi gol.
Pengalamannya akan sangat dibutuhkan saat Bosnia menghadapi tekanan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Qatar Datang dengan Banyak Pertanyaan
Empat tahun lalu, Qatar menjadi salah satu tim yang paling mengecewakan di Piala Dunia 2022.
Sebagai tuan rumah, mereka gagal meraih satu poin pun dan langsung tersingkir dari fase grup.
Kini Qatar datang dengan pelatih baru, Julen Lopetegui. Mantan pelatih Real Madrid dan Wolverhampton Wanderers itu mendapat tugas berat untuk membawa negaranya meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia.
Persiapan mereka juga belum terlalu meyakinkan.
Qatar kalah 0-1 dari Republik Irlandia pada akhir Mei. Dalam 12 bulan terakhir mereka juga menelan kekalahan saat menghadapi Palestina, Tunisia, dan Zimbabwe.
Masalah lain terlihat dari pertahanan yang kebobolan 24 gol dalam 10 pertandingan kualifikasi terakhir.
Pemain Kunci Qatar: Akram Afif
Akram Afif tetap menjadi andalan utama Qatar.
Penyerang Al-Sadd itu menjalani musim yang luar biasa sepanjang 2025-26 dengan mencetak 15 gol dan menyumbang 12 assist dalam 22 pertandingan Liga Qatar.
Performa tersebut membantu Al-Sadd meraih gelar liga domestik untuk musim ketiga secara beruntun.
Jika Qatar ingin membuat kejutan, Afif hampir pasti harus tampil dalam performa terbaiknya.
Swiss Datang Sebagai Unggulan Grup
Di atas kertas, Swiss menjadi tim terkuat di Grup B.
Mereka berhasil memuncaki grup kualifikasi Eropa dan datang ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir.
Swiss juga mencatat prestasi terbaik mereka di turnamen besar saat mencapai perempat final Euro 2024 setelah menyingkirkan juara bertahan Italia.
Perjalanan mereka memang berakhir lewat adu penalti melawan Inggris, tetapi performa tersebut menunjukkan kualitas yang dimiliki skuad asuhan Murat Yakin.
Dalam 18 bulan terakhir, Swiss hanya kalah dari Spanyol dan Jerman.
Pemain Kunci Swiss: Granit Xhaka

Untuk pertama kalinya sejak 2006, Swiss tampil di Piala Dunia tanpa Xherdan Shaqiri.
Namun mereka masih memiliki pemimpin berpengalaman dalam diri Granit Xhaka.
Gelandang tersebut baru saja mengantar Sunderland yang berstatus tim promosi lolos ke Liga Europa melalui performa impresif di Premier League.
Selain kemampuan mengatur permainan, Xhaka dikenal sebagai sosok pemimpin yang mampu menjaga mental tim dalam pertandingan besar.
Laga Kunci Grup B
Pertandingan Kanada melawan Qatar diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan di Grup B.
Duel tersebut merupakan pertandingan kedua Kanada di fase grup dan berpotensi membuka jalan menuju babak gugur.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Kanada memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan penting atas Qatar yang datang dengan modal kurang meyakinkan.
Prediksi Klasemen Akhir Grup B
Swiss dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang cukup untuk mengakhiri fase grup di posisi pertama.
Kanada diperkirakan mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk mengamankan posisi kedua, sedangkan Bosnia-Herzegovina berpotensi menjadi pesaing yang menyulitkan.
Qatar diprediksi kembali menjalani turnamen yang berat.
Prediksi klasemen akhir:
- Swiss 7 poin
- Kanada 6 poin
- Bosnia-Herzegovina 4 poin
- Qatar 0 poin
Opini Gilabola.com
Swiss memang layak ditempatkan sebagai favorit Grup B karena memiliki skuad paling stabil dibanding tiga pesaing lainnya. Namun perhatian terbesar justru tertuju kepada Kanada.
Bermain sebagai tuan rumah sering kali memberi energi tambahan yang sulit diukur lewat statistik. Dengan Alphonso Davies sebagai motor permainan dan dukungan penuh publik sendiri, Kanada memiliki peluang realistis untuk mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur.
Bosnia-Herzegovina berpotensi menjadi pengganggu utama, sementara Qatar terlihat masih memiliki terlalu banyak masalah untuk bersaing di level tertinggi.
