Paul Scholes mempertanyakan komitmen Michael Carrick di Manchester United setelah Setan Merah mengawali musim Premier League 2026/2027 dengan hasil mengecewakan. Legenda MU itu bahkan menduga Carrick mungkin mulai berpikir untuk meninggalkan Old Trafford.
Carrick baru menerima kontrak permanen pada musim panas 2026. Keputusan tersebut diambil setelah ia menunjukkan kinerja menjanjikan selama menjalani tugas sebagai pelatih interim pada Januari hingga Mei.
Situasinya sekarang berbeda. MU terpuruk di peringkat ke-13 klasemen Premier League setelah enam pertandingan, dengan hanya satu kemenangan yang berhasil diamankan.
Scholes Curiga Carrick Ingin Pergi
Scholes mengenal Carrick dengan baik karena pernah menjadi rekan setimnya di Manchester United. Dalam siniar The Good, the Bad and the Football, mantan gelandang Inggris itu mempertanyakan apakah Carrick masih benar-benar ingin bertahan di klub.
“Michael tampil cukup baik di Middlesbrough dengan materi pemain yang dimilikinya,” ujar Scholes.
Menurut Scholes, Middlesbrough mungkin mengharapkan hasil lebih baik mengingat anggaran yang tersedia saat Carrick menangani klub tersebut.
Ia kemudian mengungkapkan kecurigaannya mengenai situasi mantan rekannya di Old Trafford.
“Michael orang yang baik. Apakah ada bagian dari dirinya yang berpikir, ‘Keluarkan saya dari sini. Keluarkan saya dari sini, saya akan mengambil sejumlah uang?'” kata Scholes.
Pernyataan tersebut muncul ketika posisi Carrick mulai menjadi bahan pembicaraan setelah awal musim yang buruk. MU memiliki sejarah memecat pelatih di tengah kompetisi, sehingga masa depannya kembali dipertanyakan.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Erik ten Hag dipecat pada Oktober 2024. Penggantinya, Ruben Amorim, juga kehilangan pekerjaan pada awal 2026.
Manajemen MU diperkirakan masih akan memberikan kesempatan kepada Carrick. Kendati begitu, hasil pertandingan selama Oktober hingga awal November bisa menjadi penentu penting bagi perjalanan mereka musim ini.
Fabian Hurzeler Layak Menggantikan Carrick?
Nama Fabian Hurzeler ikut dibahas ketika Scholes menyinggung kemungkinan MU mencari pelatih baru. Pelatih Brighton tersebut mengawali musim dengan hasil positif.
Brighton menempati peringkat ketiga klasemen setelah mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari enam pertandingan.
Scholes mengakui Hurzeler telah menunjukkan kualitasnya. Pelatih asal Jerman itu bahkan dinilainya memiliki prospek menjanjikan, tetapi menangani MU merupakan tantangan yang berbeda.
“Ia sudah melakukan pekerjaan hebat. Ia terlihat seperti sosok yang benar-benar menjanjikan, tetapi Manchester United berbeda,” ujar Scholes.
Tekanan di Old Trafford menjadi salah satu persoalan utama. Setiap hasil pertandingan akan mendapat sorotan besar, berbeda dengan situasi yang dihadapi Hurzeler di Brighton.
Scholes menilai Hurzeler memiliki satu keunggulan dibandingkan Carrick, yakni pengalaman menangani tim di Premier League.
“Jika Brighton tidak memenangkan satu pertandingan pun dalam 10 laga berikutnya, tidak banyak orang yang benar-benar akan mempermasalahkannya,” katanya.
Menurut Scholes, perbedaan tingkat tekanan tersebut perlu dipertimbangkan sebelum MU mengambil keputusan mengenai kursi pelatih.
Scholes Soroti Manajemen MU
Bukan cuma Carrick yang menjadi sorotan. Scholes juga mempertanyakan keputusan petinggi klub yang terus mengganti pelatih tanpa menunjukkan perubahan hasil yang diharapkan.
MU baru menjalani enam pertandingan musim ini, tetapi pembicaraan mengenai pergantian pelatih kembali mencuat. Situasi tersebut membuat Scholes mempertanyakan arah kebijakan klub.
“Kita sudah menghadapi situasi seperti ini selama tiga tahun terakhir. Sekarang, kelihatannya mereka akan mengganti pelatih lagi,” kata Scholes.
Ia menilai MU tidak bisa terus mengulangi keputusan yang sama setiap kali hasil pertandingan memburuk.
“Bagaimana kita bisa terus melakukan ini? Setelah enam pertandingan musim ini, kita kembali ke titik awal,” ujarnya.
Scholes kemudian mempertanyakan kapan manajemen akan mulai mengevaluasi pihak-pihak di atas pelatih, termasuk mereka yang bertanggung jawab merekrut pemain dan menentukan arah tim.
Bagi Scholes, persoalan MU tidak semestinya selalu berakhir dengan pemecatan pelatih. Evaluasi terhadap pengambil keputusan di level manajemen juga perlu dilakukan jika klub ingin keluar dari siklus yang sama.


