HomeLiga InggrisBintang Arsenal Jawab Tantangan Mikel Arteta Dengan...

Bintang Arsenal Jawab Tantangan Mikel Arteta Dengan Cetak Gol dan Assist, Kini Jadi Senjata Utama!

Bukayo Saka langsung mencuri perhatian! Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, pemain sayap timnas Inggris itu tampil sebagai pembeda ketika Arsenal membungkam Lille dengan skor 3-0 di Liga Champions.

Masuk dari bangku cadangan, Saka menyumbang satu assist untuk gol Eberechi Eze yang membawa Arsenal unggul 2-0. Ia kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat gol ketiga The Gunners.

Mikel Arteta punya alasan untuk tersenyum. Tantangan yang sebelumnya ia lontarkan kepada Saka mulai mendapat jawaban di atas lapangan.

Sang manajer bahkan ingin pemain andalannya itu membidik dua hingga tiga gol dalam setiap pertandingan. Target yang tidak ringan, tentu saja. Tapi, Arteta melihat kualitas Saka cukup untuk memenuhi ekspektasi tersebut.

Saka Mulai Mengambil Langkah Berikutnya

Usianya kini 25 tahun. Saka telah mengoleksi empat gol dalam sembilan pertandingan musim ini dan perlahan memperlihatkan perkembangan sebagai salah satu pemain terpenting Arsenal.

Perannya memang sudah lama sentral. Sebagian besar serangan Arsenal melibatkan dirinya, sementara para pemain bertahan lawan kerap mengerahkan dua pemain sekaligus untuk meredam pergerakannya.

Persoalan cedera yang menghampirinya selama dua musim terakhir juga sempat memunculkan pertanyaan. Apakah Saka masih sanggup mempertahankan kecepatan dan pengaruhnya di lini serang?

Arteta punya jawabannya sendiri.

Pelatih asal Spanyol itu sengaja mengubah posisi Saka musim ini agar sang pemain lebih dekat dengan gawang lawan. Tujuannya jelas: memperbesar peluang mencetak gol.

Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!

“Itulah posisi yang kami inginkan untuknya,” ujar Arteta sebelum pertandingan melawan Lille.

“Kalau dia gagal memanfaatkan peluang, tidak masalah. Pada akhirnya, semakin banyak peluang yang kami ciptakan, semakin besar pula kemungkinan dia mencetak lebih banyak gol.”

Pesan itu bukan sekadar tuntutan. Arteta ingin Saka lebih sering berada dalam situasi berbahaya di depan gawang, termasuk mendapatkan kesempatan menyelesaikan serangan dengan satu sentuhan.

Arteta Puas dengan Respons Saka

Gol Saka ke gawang Lille menjadi bukti yang menyenangkan bagi Arteta. Penyelesaiannya berlangsung dengan satu sentuhan, memperlihatkan ketenangan yang dibutuhkan seorang pemain depan.

Menariknya, gol tersebut datang setelah Saka gagal menuntaskan peluang satu lawan satu pada menit-menit akhir kemenangan Arsenal atas Leeds di Premier League, Sabtu sebelumnya.

Arteta tetap melihat perkembangan positif dari pemainnya.

“Dia sudah sering berada di posisi yang bagus, melepaskan tembakan, mencetak gol lewat satu sentuhan, serta memanfaatkan peluang mudah,” kata Arteta.

Menurutnya, kemampuan Saka untuk menghadirkan kejutan menjadi salah satu senjata penting Arsenal. Jika pergerakannya terlalu mudah dibaca, lawan akan semakin leluasa menyusun pertahanan untuk menghentikannya.

Arteta bahkan menilai Saka sebenarnya bisa mengoleksi empat atau lima gol tambahan pada fase musim ini.

“Dia seharusnya memikirkan target gol tertentu untuk setiap pertandingan. Jika pola pikir itu berubah, dia akan lebih sering masuk ke posisi yang tepat dan mencetak lebih banyak gol,” lanjut sang manajer.

Angka-angkanya memang menarik. Saka baru sekali menuntaskan satu musim dengan torehan 20 gol, yakni pada musim 2023-2024, ketika ia mencetak 16 gol di Premier League.

Performa bersama timnas Inggris juga memperlihatkan ketajamannya. Saka mengemas lima gol dalam empat pertandingan terakhirnya bersama The Three Lions, termasuk dua gol saat Inggris menghancurkan Kroasia 7-0 di Nations League pada jeda internasional terakhir.

Di kompetisi Eropa, Saka kini telah mencetak 19 gol untuk Arsenal. Ia hanya berada di belakang Thierry Henry yang mengoleksi 42 gol. Sementara itu, catatan sembilan assist miliknya di Liga Champions masih tertinggal dari Henry dengan 16 assist dan Cesc Fabregas dengan 14 assist.

Saka sendiri belum bersedia mengungkap target pribadi yang dipasangnya musim ini.

Arteta tak mempermasalahkannya. Ia justru senang melihat respons pemain tersebut setelah mendapat tantangan terbuka.

“Saya tidak tahu apakah memang itu penyebabnya, tetapi saya sangat senang,” ujar Arteta.

Sang pelatih juga mengungkapkan bahwa Saka tidak berada dalam kondisi terbaik sehari sebelum pertandingan maupun pada hari pertandingan karena mengalami gangguan kesehatan. Ia pun tidak cukup bugar untuk menjadi starter.

Tapi, keinginannya untuk membantu tim tetap besar.

“Dia ingin berkontribusi jika dibutuhkan. Ketika masuk, dia memberikan dampak yang sangat besar dan menunjukkan kualitas luar biasa,” kata Arteta.

Sempat Digoda Arteta di Ruang Konferensi Pers

Ada cerita menarik di balik tantangan tersebut.

Arteta mengaku sempat berbicara langsung dengan Saka setelah menyampaikan tuntutannya kepada media. Ia bahkan melontarkan candaan kepada pemain andalannya itu.

“Setelah konferensi pers, saya berkata, ‘Bukayo, saya baru saja menghajarmu di konferensi pers. Semoga berhasil besok’,” ungkap Arteta.

Saka hanya tertawa.

Menurut Arteta, pemain tersebut memahami bahwa mereka sudah beberapa kali membicarakan persoalan serupa. Saka menerima tantangan itu karena ingin berkembang dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Arteta menilai pemain harus memiliki sasaran besar, bekerja secara konsisten, dan terus berusaha meski hasilnya belum sesuai harapan.

Saka punya kemampuan untuk melakukannya. Sekarang, tantangannya adalah menjaga konsistensi.

Eze Bersinar, Madueke Belum Sepenuhnya Meyakinkan

Kemenangan atas Lille juga menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain Arsenal yang tidak selalu mendapatkan tempat utama.

Arteta melakukan lima perubahan dari susunan pemain yang mengalahkan Leeds. Arsenal memang harus melewati enam pertandingan di seluruh kompetisi sepanjang bulan tersebut.

Noni Madueke kembali bermain di sayap kanan setelah tampil cukup baik di sisi kiri pada akhir pekan. Mikel Merino, Eberechi Eze, dan Viktor Gyokeres juga mendapat kesempatan menjadi starter.

Eze menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian. Sebelum pertandingan melawan Lille, pemain berusia 28 tahun itu baru dua kali tampil sebagai starter di seluruh kompetisi.

Arteta sebelumnya memuji sikap Eze yang tetap luar biasa meski kesempatan bermainnya terbatas.

Kini, gol keduanya untuk membawa Arsenal unggul 2-0 sekaligus menjadi gol pertamanya musim ini. Penyelesaian tersebut bisa menjadi tambahan kepercayaan diri bagi sang pemain untuk pertandingan berikutnya.

Madueke menjalani malam yang tidak sepenuhnya mulus. Ia mampu melewati pemain bertahan lawan, tetapi efektivitasnya ketika sudah berada di area berbahaya masih menjadi pertanyaan.

Meski begitu, Madueke tetap menyumbang assist untuk gol pembuka Jurrien Timber yang tercipta lewat penyelesaian apik.

Gyokeres Kesulitan, Havertz Tampil Lebih Baik

Situasinya berbeda bagi Viktor Gyokeres.

Penyerang asal Swedia itu mencetak 21 gol di seluruh kompetisi pada musim lalu. Ia juga dikenal rajin berlari dan bekerja keras untuk membantu tim.

Kali ini, kontribusinya tidak terlalu menonjol.

Gyokeres hanya mencatatkan 12 sentuhan sebelum ditarik keluar. Kai Havertz yang masuk sebagai pengganti justru terlihat lebih menyatu dengan permainan lini depan Arsenal.

Havertz bahkan membantu terciptanya gol Saka.

Arteta sebelumnya memasukkan Saka, Havertz, dan Martin Odegaard setelah Arsenal unggul 1-0. Ketiganya kemudian memberikan kontribusi penting dalam perjalanan tim menuju kemenangan 3-0.

Pesannya cukup jelas. Arsenal masih sangat bergantung pada pemain-pemain tersebut ketika membutuhkan kualitas tambahan untuk mengunci pertandingan.

Bagi Arteta, kedalaman skuad memang penting. Tapi, ketika persaingan menuju gelar semakin ketat, pemain yang mampu mengubah jalannya laga tetap menjadi tumpuan utama.

Dan malam itu, Saka membuktikan dirinya masih menjadi salah satu senjata paling berbahaya yang dimiliki Arsenal.

Hadi Bashori
Hadi Bashorihttps://gilabola.com/author/hadi-bashori/
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia sepak bola, berpengalaman menulis di berbagai media nasional dan regional sebelum akhirnya menjadi jurnalis tetap di Gilabola.com. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Dengan keahliannya dalam mengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif melalui buku-buku karyanya.

BERITA TERKAIT

TERKINI