Paris Saint-Germain (PSG) berhasil membekuk Manchester City dengan skor 4-2 dalam lanjutan Liga Champions. Kemenangan sang juara bertahan di Stadion Etihad, Rabu, menjadi pukulan tambahan bagi The Citizens setelah dinyatakan bersalah atas pelanggaran aturan finansial Premier League.
PSG tampil menggila dengan mencetak tiga gol pada babak pertama melalui Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Vitinha. Manchester City sempat bangkit selepas jeda melalui dua lesakan Erling Haaland, tetapi gol Maghnes Akliouche memastikan keunggulan tim tamu tetap terjaga.
Hasil ini membuat sorotan terhadap Man City semakin tajam. Klub berjuluk The Citizens tersebut tengah menghadapi ancaman sanksi berat setelah komisi independen pada bulan sebelumnya menyatakan mereka bersalah atas lebih dari 100 dakwaan pelanggaran finansial.
PSG Ngamuk di Babak Pertama
Manchester City sebenarnya datang dengan modal positif setelah menang 3-0 atas Liverpool pada Minggu. Hasil tersebut membuat pasukan mereka tetap bertengger di puncak klasemen Premier League di tengah ketidakpastian terkait perkara finansial.
Dukungan suporter di Stadion Etihad juga terlihat jelas. Sebuah video panjang yang menampilkan perjalanan bersejarah klub diputar sebelum pertandingan, termasuk momen sebelum dan sesudah pengambilalihan oleh pihak Abu Dhabi pada 2008.
Suporter bahkan membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “I’m City till I die”. Sayangnya, semangat dari tribun tidak diikuti penampilan meyakinkan di atas lapangan.
PSG langsung memperlihatkan kualitas mereka dengan melancarkan serangan cepat. Pelatih Luis Enrique mengambil keputusan menarik dengan mencadangkan Khvicha Kvaratskhelia dan menurunkan Desire Doue di sisi kiri.
Keputusan tersebut terbukti memberikan dampak positif. Doue membuka keunggulan PSG melalui tembakan dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang membuat Gianluigi Donnarumma gagal mengantisipasi bola di sisi dekat gawangnya.
Dua menit kemudian, PSG menggandakan keunggulan melalui Ousmane Dembele. Doue dan Dembele melakukan kombinasi satu-dua yang apik sebelum nama terakhir menuntaskan peluang dengan sundulan di tiang jauh.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Achraf Hakimi kemudian hampir menambah keunggulan, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang. PSG akhirnya mencetak gol ketiga melalui Vitinha yang melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti.
Keunggulan tiga gol tersebut memperlihatkan betapa efektifnya permainan menyerang Les Parisiens. Man City kesulitan mengimbangi intensitas dan kombinasi operan lawan sepanjang babak pertama.
Haaland Bangkit, Akliouche Menjadi Pembeda
Manchester City mencoba mengubah situasi dengan melakukan tiga pergantian pemain saat turun minum. Perubahan tersebut membuat permainan tuan rumah membaik dan membuka peluang untuk mengejar ketertinggalan.
Antoine Semenyo dan Enzo Fernandez sempat mendapatkan kesempatan emas untuk memperkecil skor, tetapi keduanya gagal memaksimalkan peluang. City akhirnya mencetak gol melalui Erling Haaland yang menyambut umpan silang Iliman Ndiaye dengan sundulan.
Harapan The Citizens untuk menyamakan kedudukan kembali terbuka. Akan tetapi, PSG segera memberikan respons melalui Maghnes Akliouche.
Donnarumma sempat menyentuh tembakan Akliouche, tetapi bola melambung tinggi sebelum berputar dan masuk ke gawang. Gol tersebut mengembalikan keunggulan PSG menjadi tiga gol sekaligus meredam momentum kebangkitan tuan rumah.
Manchester City terus menekan hingga menit-menit akhir. Nuno Mendes melakukan penyelamatan penting dengan membuang bola tepat di depan garis gawangnya sendiri, sedangkan Haaland sempat melepaskan tembakan yang membentur mistar.
Penyerang asal Norwegia itu kemudian mencetak gol keduanya pada malam tersebut. Sayangnya bagi City, tambahan gol itu tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.
PSG bahkan berpeluang memperbesar keunggulan menjadi lima gol. Donnarumma menepis tendangan penalti Ferran Torres pada penghujung pertandingan sehingga skor tetap bertahan 4-2.
Calon Juara Sudah Mulai Terbaca?
Kekalahan dari PSG terasa semakin berat karena menjadi pertandingan kandang pertama Man City setelah komisi independen menyatakan klub tersebut bersalah atas lebih dari 100 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.
The Citizens kini menghadapi ancaman sanksi berat apabila tidak berhasil memenangkan banding atas putusan tersebut. Perkara itu juga memunculkan pertanyaan mengenai perjalanan klub yang meraih banyak trofi selama 15 tahun terakhir.
Pep Guardiola turut hadir di Stadion Etihad untuk pertama kalinya sejak meninggalkan klub pada Mei. Mantan pelatih Man City tersebut duduk di belakang ketua klub Khaldoon Al Mubarak dan CEO Ferran Soriano sebagai bentuk solidaritas.
Pertandingan ini juga memperlihatkan persaingan dua proyek sepak bola yang didukung negara dan mengubah lanskap sepak bola Eropa. PSG, yang dimiliki pihak Qatar, berhasil membawa pulang kemenangan penting ketika Man City masih harus menghadapi persoalan hukum dan finansial yang membayangi klub.
Bagi PSG, kemenangan 4-2 ini menjadi bukti ketajaman mereka di panggung Eropa. Adapun Manchester City harus segera mengevaluasi performa di lapangan sekaligus menghadapi ketidakpastian yang muncul dari perkara finansial mereka.
Dan hasil laga Manchester City vs PSG apakah sudah mulai tampak siapa calon juara Liga Champions musim ini? Mugkin masih terlalu dini. Tapi PSG jelas diunggulkan musim ini.


