Pemain Atletico Madrid Ini Kencing Darah Sampai Hari Ini

3141

Pemain Atletico Madrid ini kencing darah sampai hari ini. Hal tersebut jadi bagian dari perjuangan sang pemain.

Liga Spanyol  - Pemain Atletico Madrid Ini Kencing Darah Sampai Hari Ini

Pemain Atletico Madrid ini kencing darah sampai hari ini. Hal tersebut jadi bagian dari perjuangan sang pemain.

Berita Bola – Liga Spanyol – Saul Niguez mengaku dirinya kerap kencing darah setiap usai berlatih dan bertanding menggunakan kateter di laga yang Ia bela sejak 2015.

Pesepak bola berusia 22 tahun itu siap untuk membela Atletico Madrid di ajang Liga Champions kontra Leicester City, namun perjalanan karirnya harus diisi oleh kenaikan dan penurunan.

Ia pernah menjadi buah bibir kala mencetak gol tunggal ke gawang Bayern Munich di babak semi-final musim lalu, sehingga Atleti bisa melenggang ke partai final untuk bersua Real Madrid.

Sejak saat ini Saul menjadi bagian penting dari skuat racikan Diego Simeone, di mana pelatih asal Argentina itu melayangkan pujian kepada Saul pada bulan lalu.

Akan tetapi perkembangan karir Saul sempat mengalami masalah dan bisa membuatnya gantung sepatu lebih awal, setelah kerap buang air kecil berbentuk darah.

Ternyata kencing darah tersebut terjadi setelah ginjalnya cedera dan mengalami pendarahan usai bertanding melawan Bayer Leverkusen di ajang Liga Champions di 2015 silam.

Kala itu Saul ditarik ke bangku cadangan oleh Diego Simeone di menit 42 setelah tertendang oleh pemainn bertahan asal Yunani Kyriakos Papadopoulos, sebelum kemudian didagnosis menderita pendarahan ginjal.

Setelah laga di BayArena tersebut, Ia dipaksa untuk menginap di rumah sakit di Jerman, sementara rekan-rekannya kembali ke Spanyol dan absen selama enam pekan.

“Dalam dua musim terakhir saya selalu menggunakan kateter dan setiap selesai bermain atau melakoni sesi latihan saya akan kencing darah dan itu sudah pasti bukan hal yang mudah bagi saya,” tuturnya pada stasiun televisi Spanyol, Mega.

“Saya meresikokan kesehatan saya demi membela klub, untuk mengejar impian.”

“Saya masih ingat segalanya tentang cedera itu. Bagaimana perasaan saya, berapa kali saya muntah, dan berada di tandu.”

“Bisa mencetak gol kala itu menjadi sebuah kebebasan yang besar dan emosional bagi saya. Saya merasa beban telah diangkat dari pundak.”