Bonek tewas, polisi dituding arogan

13

Seorang suporter Persebaya Surabaya bernama Purwa Adi tewas akibat terinjak-injak massa penonton yang berhamburan keluar stadion menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi ketika terjadi kericuhan sesaat menjelang berakhirnya pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) antara Persebaya dan Persija, di Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya, Minggu (3/6) sore. Kalangan suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek, menuding tindakan […]

Seorang suporter Persebaya Surabaya bernama Purwa Adi tewas akibat terinjak-injak massa penonton yang berhamburan keluar stadion menghindari gas air mata yang ditembakkan polisi ketika terjadi kericuhan sesaat menjelang berakhirnya pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) antara Persebaya dan Persija, di Stadion Gelora Sepuluh Nopember Surabaya, Minggu (3/6) sore.

Kalangan suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek, menuding tindakan polisi yang berlebihan dan cenderung arogan sebagai penyebab jatuhnya korban tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

“Tindakan polisi yang menembakkan gas air mata ke arah tribun suporter sangat berlebihan. Padahal kondisi tidak begitu genting,” kata salah seorang koordinator Suporter, Okto Tyson, usai pemakaman Purwo Adi, Senin (4/6/), seperti dilansir Kompas.com.

Menurut Okto, suporter yang turun ke lapangan sesaat sebelum pertandingan¬† berakhir itu merupakan kejadian yang biasa di setiap pertandingan. Sebagian dari para suporter itu, kata dia, bermaksud untuk mengambil spanduk yang berjajar di bawah tribun. “Lalu apa alasan polisi menembakkan gas air mata. Apalagi tembakkan itu diarahkan ke tribun penonton ekonomi,” katanya.

Sementara itu,  Kapolrestabes Surabaya Kombes Tri Maryanto kepada wartawan di ruang jenazah RSU Dr Soetomo, Surabaya, Minggu malam,  mengatakan bahwa polisi terpaksa menembakkan gas air mata karena ada pelemparan yang dilakukan oleh suporter ke lapangan dan ke bangku pemain cadangan. Selain itu ada suporter yang berusaha masuk ke lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi beberapa kali menembakkan gas air mata untuk menghalau massa yang sebagian besar berada di tribun ekonomi sisi selatan. Saat menghindari polisi itulah, ratusan penonton tersebut berebut turun ke pintu keluar. Banyak di antara mereka yang terjepit dan terinjak-injak, termasuk korban tewas bernama Purwo Adi Utomo tadi.

Selain menelan satu korban jiwa, kericuhan tersebut juga mengakibatkan puluhan suporter mengalami luka-luka. Sedangkan sebuah mobil patroli milik Sabhara Polrestabes Surabaya dirusak massa.