Kesalahan PSSI Terkait Gagalnya Timnas U-19 di Piala Asia

7

  Kegagalan skuad Garuda Muda yang tidak lolos dari fase grup Piala Asia U-19 di Myanmar setelah menelan kekalahan kedua merupakan bagian dari hal yang terkait satu sama lainnya. Ada kesalahan PSSI terkait gagalnya Timnas U-19 di Piala Asia. Ketika menjuarai AFF Cup U-19 dan lolos dari kualifikasi AFC Cup U-19 2013, Evan Dimas Darmono […]

Kesalahan PSSI Terkait Gagalnya Timnas U-19 di Piala Asia - berita Liga Indonesia

 

Kegagalan skuad Garuda Muda yang tidak lolos dari fase grup Piala Asia U-19 di Myanmar setelah menelan kekalahan kedua merupakan bagian dari hal yang terkait satu sama lainnya. Ada kesalahan PSSI terkait gagalnya Timnas U-19 di Piala Asia.

Ketika menjuarai AFF Cup U-19 dan lolos dari kualifikasi AFC Cup U-19 2013, Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan sempat diharapkan mampu membangkitkan mimpi pecinta sepakbola Tanah Air untuk melihat tim nasional berprestasi di pentas dunia.

Euforia kebangkitan sepakbola Tanah Air kental dirasakan ketika Timnas Indonesia U-19 mengalahkan juara AFC Cup U-19 2012, Korea Selatan, dengan skor 3-2 di Jakarta.

Demi terus membangkitkan harapan Indonesia berprestasi di pentas sepakbola dunia, PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) bekerja sama dengan tim pelatih menerapkan sejumlah program jangka panjang untuk Timnas U-19 yang berlaga di AFC Cup U-19 sejak tiga hari lalu atau 10 Oktober. Mereka mempersiapkan puluhan laga uji coba, baik di dalam maupun luar negeri.

Namun, ada satu hal yang bisa dianggap sebagai kesalahan PSSI terhadap para pemain skuad Garuda Jaya. Kesalahannya adalah melarang pemain Timnas U-19 memperkuat klub yang menampungnya.

Evan Dimas dan kawan-kawan hanya lebih difokuskan melakukan pemusatan latihan sejak November 2013 hingga September 2014. Cara yang dianggap ampuh oleh PSSI dan pelatih Indra Sjafri untuk menjaga kekompakan timnya.

Keputusan tersebut belakangan berdampak buruk. Para pemain Garuda Jaya tidak bisa merasakan bagaimana ketatnya persaingan dalam sebuah kompetisi. Padahal, faktor ini sangat penting untuk kesuksesan Timnas U-19 di Myanmar.

Belakangan tanda-tanda kegagalan Timnas U-19 di Myanmar pun sudah terlihat. Saat mengikuti Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam, Agustus silam, Garuda Jaya menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan. Hasil yang sungguh mengecewakan, padahal di ajang yang sama pada 2012, Timnas U-19 keluar sebagai juara.

Hal itu juga yang dinilai menjadi biang kerok kegagalan Garuda Jaya di Myanmar. Timnas U-19 yang diharapkan mampu melangkah hingga semifinal untuk bisa mengikuti Piala Dunia U-20 di Selandia Baru tahun depan malah sudah menelah dua kekalahan di AFC Cup U-19. Garuda Jaya kalah 1-3 dari Uzbekistan (10/10/2014) dan dibungkam Australia 0-1 (12/10/2014).

Kini semua pecinta sepakbola tanah air menantikan perbaikan positif apa yang akan ditempuh oleh PSSI dan Timnas U-19. Bagaimanapun, perjalanan tim ini masih panjang dan terbuka kesempatan untuk terus memperbaiki prestasi.