Persib vs Persija: PSSI minta semua pihak tahan diri

  • PSSI akhirnya angkat bicara juga soal tewasnya tiga orang pasca pertandingan Persija vs Persib di Senayan, Minggu. Organisasi bola tertinggi di tanah air itu minta semua pihak introspeksi dan tahan diri. “Kami PSSI turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Namun saya kira ini kewenangan pihak kepolisan untuk menyelidiki kasus ini,” ujar Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard […]

PSSI akhirnya angkat bicara juga soal tewasnya tiga orang pasca pertandingan Persija vs Persib di Senayan, Minggu.

Organisasi bola tertinggi di tanah air itu minta semua pihak introspeksi dan tahan diri. “Kami PSSI turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Namun saya kira ini kewenangan pihak kepolisan untuk menyelidiki kasus ini,” ujar Ketua Komisi Disiplin PSSI Bernhard Limbong Jakarta, Selasa.

“Semua pihak harus saling intropeksi diri. Semoga kejadian-kejadian ini tidak terulang kembali,” lanjut dia.

Limbong juga mengatakan akan memanggil CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono, karena Persija vs Persib adalah pertandingan di kompetisi Indonesian Super League (ISL).

“Kami mungkin memanggil Pak Djoko Driyono supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi.”

Tiga orang tewas itu masing-masing adalah Lazuardi, 29, warga Jl. Menteng Sukabumi, Jakarta Pusat, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek; Dani Maulana, 16, siswa Sekolah Menengah Kejuruan, anak seorang PNS di divisi Perbekalan TNI yang tinggal di Jatiasih, Bekasi; dan terakhir Rangga Cipta Nugraha, 22, warga kota Bandung yang baru delapan bulan bekerja di Jakarta.

Polisi kalau mau sebenarnya bisa memulai penyelidikan dari Blackberry milik Rangga yang raib. Dengan bantuan teknologi polisi bisa melacak posisi terakhir gadget BB tersebut. Dari sana bisa diketahui pelaku pengeroyokan lainnya agar bisa diseret ke meja hijau dan diadili sebagai pembunuh.

Jika laga bola Indonesia selalu rusuh, tak akan ada massa kelas menengah-atas yang mau ikut jadi fans bola klub Indonesia. Tanpa keikutsertaan mereka, klub-klub Indonesia akan merugi karena tak ada cukup massa untuk tiket mahal dan merchandise.