PSSI Dinilai Harus Rombak Total dan Dijauhkan Dari Bau Politik

PSSI kini dinilai harus rombak total dan dijauhkan dari segala hal yang berbau politik. Mereka dinilai bertanggungjawab atas kegagalan tim nasional dari semua jenjang usia dalam beberapa waktu terakhir, termasuk keterpurukan Timnas Indonesia senior di Piala Suzuki AFF Cup 2014.

 

PSSI kini dinilai harus rombak total dan dijauhkan dari segala hal yang berbau politik. Mereka dinilai bertanggungjawab atas kegagalan tim nasional dari semua jenjang usia dalam beberapa waktu terakhir, termasuk keterpurukan Timnas Indonesia senior di Piala Suzuki AFF Cup 2014.

“Ya, merombak seluruh jajarannya (PSSI) yang ada karena sudah gagal total me-manage PSSI, baik yang di federasi maupun yang di daerah,” sambut mantan pesepakbola nasional, Bob Hippy.

”Mereka (pengurus PSSI) tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka secara utuh. Ya, harus semuanya, jangan cuma ketuanya (yang mundur). Harus semuanya dirombak,” lanjutnya lagi.

Bob Hippy sendiri sebenarnya juga pernah menjadi pengurus PSSI saat terjadi konflik internal dua tahun lalu dan membuat kacau persepakbolaan nasional, juga menghimbau agar PSSI diisi oleh mereka yang bisa fokus sepenuhnya. Ditambahkan, jangan lagi melibatkan lagi orang-orang dari partai politik.

“Jangan ngurus-ngurus yang lain tapi PSSI jadi nomor ke berapa dalam manajemen mereka. Jadi dari kompetisinya diubah, (pengurus) federasinya juga, harus cari yang aktif membina sepakbola,” tukas Bob Hippy dengan tegas.

“Jangan setengah-setengah kerjanya seperti sekarang. Harus punya Sekjen, Wakil Ketua Umum, yang betul-betul bekerja untuk bola Indonesia. Satu tugas saja enggak bisa, apalagi dua atau tiga jabatan. Harus ada komitmen baik ketua maupun anggotanya.”

“Seperti yang saya bilang tadi, pejabat PSSI harus yang kerja full time tidak menjabat dua tugas. Tapi jangan dari partai politik, harus independen tapi yang full time,” pungkasnya.