Inilah Kelemahan Strategi Wenger

12

Dua kali berturut-turut Arsenal mengulangi kesalahan yang sama. Mereka gagal meraih poin sempurna bahkan kalah setelah mereka unggul lebih dulu atas lawannya. Padahal mereka mendominasi penguasaan bola.

Liga Inggris  - Inilah Kelemahan Strategi Wenger

Dua kali berturut-turut Arsenal mengulangi kesalahan yang sama. Mereka gagal meraih poin sempurna bahkan kalah setelah mereka unggul lebih dulu atas lawannya. Padahal mereka mendominasi penguasaan bola.

Kesalahan terakhir adalah saat mereka digulung 2-1 oleh tuan rumah Swansea City dalam laga Liga Premier, Senin (10/11) dinihari. Pasukan Arsene Wenger ini sempat memimpin 1-0 namun kecolongan di menit-menit akhir.

Sebelumnya di ajang Liga Champions pertengahan pekan, The Gunners sempat memimpin 3-0 sebelum disamakan oleh Anderlecht menjadi 3-3.

Jamie Carragher, mantan bek Liverpool yang kini jadi pengamat sepak bola, mengatakan kegagalan Arsenal didua laga itu tak lepas dari kelemahan pelatih Arsene Wenger yang gagal beradaptasi dengan proses pertandingan.

“Ini hal yang selalu sama dengan Arsenal, tak ada yang baru,” kata Carragher. “Ini soal cara mereka bermain, cara mereka mengerti pertandingan, siapa yang harus masuk dari bangku cadangan, serta bagaimana mereka membiarkan diri dalam situasi serupa minggu demi minggu, musim demi musim.”

“Mereka memimpin 1-0. Tapi, ketika lawan menyamakan kedudukan, mereka semua merangsek maju dan kebobolan lewat serangan balik lagi,” katanya. “Untuk gol penentu kemenangan itu terkait dengan fisik yang lemah, tak cukup kuat untuk mengatasi umpan silang. Ini masalah yang bisa dilihat semua orang.”

Wenger, kata dia, seharusnya bertindak seperti Jose Mourinho saat mengantar Chelsea mengalahkan Liverpool sehari sebelumnya. “Kemarin di Anfield, Jose Mourinho melihat Raheem Sterling sebagai ancaman bagi Chelsea, dan ia menempatkan Ramires untuk menjaganya,” kata Carragher.