Barcelona Berpeluang Rekrut Jose Mourinho Sebagai Pelatih Tahun 2016

9

Barcelona berpeluang besar merekrut Jose Mourinho sebagai pelatih di masa yang akan datang. Pelatih nyentrik ini memang sangat menjual dan punya kemampuan menangani klub hingga menakutkan para lawan-lawannya.

Barcelona berpeluang besar merekrut Jose Mourinho sebagai pelatih di masa yang akan datang. Pelatih nyentrik ini memang sangat menjual dan punya kemampuan menangani klub hingga menakutkan para lawan-lawannya.

Daily Express ikut mengabarkan, kemungkinan ini akan menjadi nyata jika Joan Laporta menang telak dalam pemilihan presiden Barca pada tahun 2016 mendatang.

Joan Laporta merupakan presiden Barcelona sebelum era Sandro Rosell. Di tangan Laporta yang kontroversial, Barca memang menjalani masa-masa sulit. Namun tidak bisa dipungkiri akhir perjalanan Laporta berakhir manis.

Laporta punya dua pelatih penting, Frank Rijkaard dan Pep Guardiola. Pada masa Laporta pula Barcelona mendatangkan Ronaldinho dari PSG.

Dalam dua tahun belakangan, Barca ditimpa krisis dari luar lapangan. Sandro Rosell terjerat masalah pembelian Neymar yang membuatnya mengundurkan diri. Sang pengganti, Josep Maria Bartomeu kerap dinilai kurang ‘gagah’ dalam mengambil keputusan.

Hal ini memancing Laporta untuk berencana ingin kembali menguasai suara socios untuk memilihnya sekali lagi sebagai presiden.

Dilaporkan Daily Express, Joan Laporta punya dua janji utama jika kembali menjabat posisi tertinggi di kubu Camp Nou. Pertama, ia akan membeli para pemain bintang seperti yang terbukti dilakukan di eranya lalu. Dan yang kedua adalah merekrut Jose Mourinho sebagai pelatih.

Mou sendiri punya hubungan istimewa dengan Barca. Ia adalah asisten sekaligus penerjemah Bobby Robson saat menangani Barcelona di musim 1996-1997. Namun belakangan Mourinho menjadi musuh bersama ketika ia menjabat pelatih Real Madrid. Pernyataan tajamnya sering mendapatkan respons negatif fans Barcelona.

Pertanyaan selanjutnya adalah, mungkinkah Mourinho akan melatih klub Catalan jika nantinya Luis Enrique terbukti gagal?