Ini Alasan Ronaldo dan Mourinho Tak Mungkin Satu Tim Lagi

Muncul kabar kalau klub Paris Saint Germain (PSG) berniat memboyong Jose Mourinho jika si pelatih dipecat Chelsea. Tapi, rencana itu bakal menutup peluang bagi PSG untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo musim depan.

Liga Spanyol  - Ini Alasan Ronaldo dan Mourinho Tak Mungkin Satu Tim Lagi

Muncul kabar kalau klub Paris Saint Germain (PSG) berniat memboyong Jose Mourinho jika si pelatih dipecat Chelsea. Tapi, rencana itu bakal menutup peluang bagi PSG untuk mendatangkan Cristiano Ronaldo musim depan.

Seperti diketahui, PSG paling bernafsu ingin merekrut Cristiano Ronaldo pada musim panas 2016 mendatang. Mereka memiliki dana nyaris tak terbatas untuk menebus mahar dan gaji bintang asal Portugal yang selangit itu.

Namun banyak pengamat bola yakin ambisi PSG untuk menggaet Ronaldo tak akan mungkin terjadi jika klub Ligue 1 itu juga berniat merekrut Jose Mourinho. Alasannya adalah Ronaldo dan Mourinho punya hubungan yang sangat buruk, sehingga tidak mungkin keduanya bisa berada dalam satu tim. Keretakan hubungan itu terjadi ketika Mourinho membesut Real Madrid tiga musim lalu.

Usut punya usut ternyata Ronaldo dan Mourinho pernah terlibat konflik yang sangat serius ketika di Real Madrid. Keduanya dikabarkan nyaris baku pukul di ruang ganti andai masing-masing pihak tidak bisa menahan emosinya.

Hal tersebut terungkap dalam buku terbaru ‘Cristiano Ronaldo: The Biography‘, yang ditulis oleh jurnalis kawakan asal Spanyol, Guillem Balague. Dikisahkan bahwa kejadian bermula kala Real Madrid menghadapi Valencia di perempat final Copa del Rey pada Januari 2013 silam.

Berikut petikan buku tersebut.

“10 menit laga tersisa, pelatih meminta Ronaldo untuk mundur dan membantu tim bertahan.

“Mourinho, yang lantas tidak lagi dalam kondisi emosi tinggi ketika ia masuk ke ruang ganti, memperingatkan Ronaldo alasan mengapa ia memberikan instruksi seperti itu di atas lapangan: “Jika mereka mencetak gol ke gawang kita….

“Sang pemain, yang lantas tak bisa menahan emosinya, langsung berdiri dari tempat duduk, dan mulai berteriak, ‘Usai semua yang saya buat untuk Anda, begini Anda memperlakukan saya! Beraninya Anda berkata seperti itu pada saya?!

“Ruang ganti lantas sunyi. Mourinho mencoba tetap tenang. ‘Saya mengatakan ini untuk tim, karena tim butuh Anda untuk mundur’

“Cristiano tidak menunjukkan tanda-tanda menjadi lebih tenang. Dan hal tersebut membuat Mourinho tidak bisa menahan dirinya lagi. ‘Asal tahu saja,’ ia berkata pada semua orang. ‘Ada banyak orang di sini yang berpikir sama seperti saya, namun tidak ada yang berani mengatakannya pada Anda’.”

Mourinho sendiri pergi dari Madrid dua musim lalu dan kembali menangani Chelsea. (Cuplikan isi buku dikutip dari Bola.net).

Sepakbola.cc