Selamat Jalan Tito Vilanova

12

  Dunia sepakbola berduka saat mendengar kabar kepergian seorang sosok yang pernah membesarkan Barcelona FC. Pelatih yang punya pembawaan tenang ini selalu fokus pada pekerjaan dan prestasi. Ya, Tito Vilanova bukanlah sosok yang suka menjadi pusat perhatian. Ia lebih suka bekerja daripada harus berhadapan dengan pers atau membuat komentar provokatif. Ia juga merupakan sosok yang […]

Liga Spanyol  - Selamat Jalan  Tito Vilanova

 

Dunia sepakbola berduka saat mendengar kabar kepergian seorang sosok yang pernah membesarkan Barcelona FC. Pelatih yang punya pembawaan tenang ini selalu fokus pada pekerjaan dan prestasi.

Ya, Tito Vilanova bukanlah sosok yang suka menjadi pusat perhatian. Ia lebih suka bekerja daripada harus berhadapan dengan pers atau membuat komentar provokatif. Ia juga merupakan sosok yang rendah hati.

“Jika dibandingkan dengan Guardiola dari sisi mana pun, saya jelas akan kalah,” ujar Vilanova ketika dipresentasikan menjadi pelatih Barcelona.

kemudian Vilanova harus menghadapi cobaan terberatnya sebagai manusia; serangan kanker. Setelah menjalani operasi pertamanya, ia berkata kepada para penggawa Barca:

“Hargailah apa yang kalian miliki; kita tak pernah tahu kapan waktu kita akan habis.”

Ucapan itu begitu mengena di hati para penggawa Barca. “Ucapan Tito benar-benar membuat kami termotivasi,” ucap Xavi Hernandez.

Ironisnya, kanker kelenjar ludah yang diderita Vilanova ternyata sudah mencapai stadium lanjut. Vilanova pun harus meninggalkan tim Barca untuk jalani pengobatan selama tiga bulan di New York. Ketika menjalani pengobatan pun, Vilanova masih memikirkan timnya dan berkomunikasi dengan menggunakan teleconference bersama asistennya; Jordi Roura.

“Saya tidak pernah berpikir untuk menyerah sedetik pun. Jika saya berada di rumah dua hari saja, saya akan bosan karena tak tahu apa yang harus saya lakukan. Pekerjaan saya adalah hidup saya,” ujarnya ketika baru kembali dari Amerika Serikat.

Musim itu, dengan berbagai rintangan yang dihadapi, Vilanova masih mampu mengantarkan Barca menjadi juara La Liga dengan perolehan 100 poin. Namun ia tidak mau mengambil sendiri pujian atas kesuksesan itu.

“Ini bukan gelar milik Tito. Gelar ini untuk para pemain Barca. Saya bukan orang yang percaya pada usaha satu orang saja,” tegas Vilanova usai Barca dipastikan menjadi juara La Liga.

Sayangnya kondisi Vilanova tak kunjung membaik hingga ia harus membuat keputusan sulit. Vilanova memutuskan untuk meninggalkan Barca sebelum musim ini dimulai.

Lama tak terdengar kabarnya, berita mengejutkan datang ketika Vilanova dilarikan ke rumah sakit Quiron karena berada dalam kondisi kritis. Kabar yang lebih sedih datang sehari kemudian ketika Vilanova akhirnya berpulang.

“Saya akan berjuang untuk anak-anak saya yang baru berusia 14 dan 17 tahun. Mereka masih membutuhkan saya,” ujar Vilanova kepada TV3.

Meski pada akhirnya harus kalah, Vilanova telah memberikan perlawanan hebat. Ia memberikan teladan bagi kita untuk selalu memberikan yang terbaik meski kekalahan sudah di depan mata. Ya, Vilanova kalah dengan terhormat.

Segenap redaksi gilabola.com mengucapkan turut berbelasungkawa…Selamat jalan Tito.