Xavi Ingin Beri Pengalaman Yang Tidak Pernah Ia Miliki

  • Xavi Hernandez mantan gelandang tim nasional Spanyol tersbut mengungkapkan alasannya bersedia menjadi pelatih bagi pemain-pemain muda, meski cuman sebentar. Dalam sebuah kolom di Komite Tertinggi Qatar, Xavi Hernandez menjelaskan kenapa dirinya menyukai tugas menjadi pelatih pemain junior. Pesepakbola asal Spanyol yang kini masih memperkuat Al Saad itu menyukai pekerjaan barunya sebagai duta sepak bola di […]

Xavi Hernandez Qatar

Xavi Hernandez mantan gelandang tim nasional Spanyol tersbut mengungkapkan alasannya bersedia menjadi pelatih bagi pemain-pemain muda, meski cuman sebentar.

Liga Spanyol  - Xavi Ingin Beri Pengalaman Yang Tidak Pernah Ia Miliki

Dalam sebuah kolom di Komite Tertinggi Qatar, Xavi Hernandez menjelaskan kenapa dirinya menyukai tugas menjadi pelatih pemain junior.

Pesepakbola asal Spanyol yang kini masih memperkuat Al Saad itu menyukai pekerjaan barunya sebagai duta sepak bola di Qatar.

Bagi Xavi, pekerjaan tersebut bukan soal materi melainkan kepuasan dan keinginannya agar pengalaman dirinya tidak terulang kembali.

Selain Louis van Gaal yang pernah menjadi pelatihnya, ia mengaku ingin sekali diperhatikan oleh nama-nama arsitek beken yang pernah menangani FC Barcelona kala dirinya masih muda.

“Jika saya pernah dilatih oleh Johan Cruyff, Bernd Schuster atau Pep Guardiola soal sepak bola ketika masih muda, maka akan menjadi hal yang luar biasa,” tulis Xavi.

“Sebagai pemain muda yang menimba ilmu di akademi junior La Masia di Barcelona, saya terinspirasi untuk seperti mereka dan saya menjadikan mereka sebagai panutan.”

“Jadi tugas ini memberikan ke bahagiaan yang besar seperti pada pekan kemarin kala saya menjadi tamu yang disambut baik oleh komunitas yang asing. Saya mencoba menginspirasi para pesepakbola muda.”

Suami dari Nuria Cunillera ini sempat diundang ke kamp pengungsi Baqa’a di negara Jordan, sebagai bagian dari progam Komite Tertinggi Qatar.

“Saya rasa kita harus selalu membantu siapa pun yang membutuhkan uluran tangan, terlepas dari kewarganegaraan, kultur atau agama.”

“Ketika saya pertama kali datang ke kamp pengungsian tersebut, sebagai contoh, saya bisa melihat beberapa anak gadis gugup untuk bermain bersama saya. Tapi tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk aktif berpartisipasi dalam proyek ini.”

“Sangat penting untuk mengerti bahwa anak-anak gadis ini menyukai sepak bola dan bermain sepak bola itu baik untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya,” jelas sang maestro asal Spanyol itu.