Pemain Arsenal Ini Ternyata Pengusaha Kaya Raya

  • Selama tujuh tahun terakhir pemain Arsenal ini menjaga ketat rahasia dari rekan satu timnya, manajer Arsene Wenger, dan bahkan ayah-ibunya sendiri bahwa ia menjadi pemilik sebuah perusahaan biokimia yang beromzet Rp 400 Trilyun.

Berita Liga Inggris : Selama tujuh tahun terakhir pemain Arsenal ini menjaga ketat rahasia dari rekan satu timnya, manajer Arsene Wenger, dan bahkan ayah-ibunya sendiri bahwa ia menjadi pemilik sebuah perusahaan biokimia yang beromzet Rp 400 Trilyun.

Mathieu Flamini, sang gelandang Arsenal, adalah co-founder dari GF Biochemical – perusahaan pertama di seluruh dunia yang dapat menghasilkan minyak-pengganti Levulinic Acid.

Pemain Prancis Flamini dan mitra bisnisnya Pasquale Granata terhubung satu sama lain setelah dia meninggalkan The Gunners untuk bergabung dengan AC Milan pada tahun 2008.

Pemain berusia 31 tahun itu telah menghabiskan puluhan milyar rupiah untuk memulai perusahaan ini, yang diberi nama menurut inisial nama kedua pionirnya.

Keduanya saat ini mempekerjakan 400 pegawai, dengan 80 orang berbasis di pabrik mereka di Caserta, Italia, yang beroperasi di pasar dengan omzet senilai Rp 400 Trilyun.

Flamini mengakui bahwa ibu dan ayahnya, sahabat dan bahkan manajer Arsenal sama sekali tidak tahu identitas dirinya sebagai pengusaha selama tujuh tahun terakhir.

Dia mengatakan kepada The Sun: “Teman-teman Milan saya mungkin membacanya dalam peluncuran pabrik kami minggu ini dan rekan-rekan Arsenal saya mungkin akan mencari tahu setelah membaca ini. Saya tidak berpikir Arsene Wenger tahu, saya tidak pernah berbicara dengannya tentang hal itu.”

Flamini, yang hanya lima kali tampil untuk Arsene Wenger musim ini, telah mengungkapkan bahwa GF bisa membanggakan memilikipekerja dari seluruh dunia, termasuk Perancis, Italia, Rusia, Belanda, Jerman dan Mesir.

Perusahaan ini memiliki hubungan dekat dengan fakultas kimia dari University of Pisa.

Namun, pria mantan Marseille mengakui pendirian perusahaan itu sama sekali tidak mudah.

Dia menambahkan: “Ketika Anda memulai sesuatu seperti itu dan Anda menghabiskan begitu banyak uang, dan di mana ada risiko, di situ ada stres.”

“Bagi saya, itu adalah suatu pelarian. Sebuah karir sepak bola akan naik turun. Hal ini membersihkan pikiran saya dan membantu saya untuk berpikir tentang sesuatu yang berbeda. Dan itu adalah sesuatu yang secara intelektual menantang juga.”

Dengan uang segitu ia bisa membeli saham Arsenal kalau mau. Atau klub sepakbola lainnya.