Derby paling berdarah: Internazionale vs Milan

94

Kalau ada derby yang mewakili persaingan kaum pribumi vs kaum pendatang maka itu adalah derby AC Milan vs Internazionale Milan. Dalam bahasa setempat dikenal dengan nama Derby della Madonnina. Sebagaimana namanya, Inter didirikan oleh para saudagar Inggris dengan semangat mewakili kaum ekspat di kota Milan. Para penduduk asli yang merasa tidak terwakili, tersinggung dan lalu […]

Liga Italia  - Derby paling berdarah: Internazionale vs Milan

Kalau ada derby yang mewakili persaingan kaum pribumi vs kaum pendatang maka itu adalah derby AC Milan vs Internazionale Milan. Dalam bahasa setempat dikenal dengan nama Derby della Madonnina.

Sebagaimana namanya, Inter didirikan oleh para saudagar Inggris dengan semangat mewakili kaum ekspat di kota Milan. Para penduduk asli yang merasa tidak terwakili, tersinggung dan lalu mendirikan AC Milan. Keduanya lalu terlibat rivalitas sekota sampai dengan hari ini.

AC Milan sebenarnya lebih dikenal sebagai klub bolanya para pekerja dan buruh di kota Milan. Klub itu juga sejatinya rada berbau sosialis-komunis, seturut dengan besarnya pendukung berlatar belakang buruh di dalamnya.

Tapi citra itu rada memudar setelah seorang penguasa media dan pengusaha real estate, yang belakangan jadi perdana menteri Italia, Silvio Berlusconi, mengambil alih klub itu tahun 1986.

Berlusconi borju. Suka kemewahan. Kelas atas. Dan konservatif. Maksudnya, gak suka ada pertentangan kelas seperti yang biasanya dikampanyekan kaum kiri. Ia lebih suka melihat industri jalan adem ayem tanpa penentangan. Jadilah, saat ini AC Milan tidak ada bedanya dengan lawan sekotanya, Inter, yang dulunya lebih banyak didukung oleh kelas menengah atas.

Dalam soal fans, Milan benernya jauh lebih sopan. Kegalakan fansnya paling-paling menyalakan kembang api warna merah di atas podium. Sementara Inter lebih kacau. Sudah beberapa kali Inter dikenai sanksi oleh FIFA terkait ulah para pendukungnya. Sejak tahun 2001, tercatat setidaknya sudah ada empat laga yang dihentikan gara-gara fans Inter melemparkan sesuatu ke lapangan hijau.

Semangat persaingan antar mereka dalam soal prestasi juga tidak kecil. Inter menguasai Serie A untuk tiga tahun terakhir, sebelum diambil alih Milan tahun 2010/2011 dan Juventus 2011/2012.

Di sisi lain AC Milan juga tak mau kalah. Dalam enam tahun terakhir, mereka sudah dua kali membawa pulang gelar klub Eropa terbaik.

Secara keseluruhan mereka sudah bertemu sebanyak 277 kali, dengan Milan memimpin kemenangan dengan 108 vs 97, dengan 72 laga sisanya draw.

Untuk jumlah trofi, keduanya sepanjang sejarah sama-sama pernah menjuarai liga sebanyak 18 kali dan Coppa Italia 5 vs 7 untuk keunggulan Inter. Di ajang Champions AC Milan lebih unggul dengan 7 trofi vs 3 milik Inter.