Derby paling berdarah: Roma vs Lazio

Keduanya sama-sama berasal dari Roma, ibukota Italia. Karena itu derby ini dinamakan Derby della Capitale, atau derby ibukota. Sebagaimana ciri derby lainnya di seluruh dunia, laga mereka diwarnai dengan dukungan massa secara luar biasa. Ratusan ribu orang memadati sekitaran stadion, disertai dengan kekerasan, kerusuhan, dan spanduk-spanduk bernada rasis di dalam stadion. Permusuhan antara mereka diawali […]

Liga Italia  - Derby paling berdarah: Roma vs Lazio

Keduanya sama-sama berasal dari Roma, ibukota Italia. Karena itu derby ini dinamakan Derby della Capitale, atau derby ibukota. Sebagaimana ciri derby lainnya di seluruh dunia, laga mereka diwarnai dengan dukungan massa secara luar biasa. Ratusan ribu orang memadati sekitaran stadion, disertai dengan kekerasan, kerusuhan, dan spanduk-spanduk bernada rasis di dalam stadion.

Permusuhan antara mereka diawali pada sekitar tahun 1930-an, ketika diktator Benito Mussolini hendak memaksakan klub-klub bola Roma bersatu padu melawan dominasi klub-klub  bola dari Italia Utara.

Tiga klub, Roman, Alba-Audience dan Fortitudo mengalah diajak merger ke dalam satu klub yang dinamakan AS Roma. Tapi Lazio ogah.  Meledaklah permusuhan di antara kedua sisi kota. Lazio didukung masyarakat kaya di utara kota itu, sisanya di sisi selatan. Pendukung Lazio juga lebih ultra nasionalis daripada pendukung Roma.

Maksudnya ultra nasionalis adalah, pendukung Lazio kerapkali mengecam keterlibatan pemain-pemain kulit hitam dan keturunan Yahudi yang bermain di AS Roma. Pendukung Lazio di akhir tahun 1990-an dikenal suka memamerkan lambang swastika dan fasis di banner-banner mereka. Fans Lazio juga kerap melontarkan makian dan cacian yang mendukung supremasi kulit putih.

Salah satu simbol yang paling terkenal adalah ketika massa Lazio membentangkan banner bertuliskan, “Auschwitz adalah kotamu, oven pembakar adalah rumahmu.” Auschwitz adalah satu kota di kawasan yang kini masuk wilayah Polandia, tempat puluhan ribu, dan mungkin ratusan ribu orang Yahudi diracun dengan gas oleh penguasa Jerman kala itu, Adolf Hitler.

Catatan pertemuan antara keduanya masih didominasi kemenangan Roma, yakni 63 vs 47, sisanya 60 kali draw, untuk keseluruhan pertemuan mereka, baik di Serie A, Coppa Italia, maupun kompetisi lainnya. Secara jumlah gol, Roma unggul 209 vs 167.