Inilah Keanehan Sebelum Pemecatan Roberto Mancini Tahun 2008

21

Roberto Mancini Jumat tengah malam WIB ditunjuk sebagai manajer baru Inter Milan setelah pemecatan pelatih sebelumnya, Walter Mazzari. Ini merupakan periode kedua Mancini di Inter. Masa jabatan pertamanya berlangsung 2004 sampai 2008, saat mana ia membawa Inter tiga kali juara Serie A. Ada cerita yang cukup aneh di saat-saat terakhir menjelang pemecatannya oleh klub pada […]

Roberto Mancini Jumat tengah malam WIB ditunjuk sebagai manajer baru Inter Milan setelah pemecatan pelatih sebelumnya, Walter Mazzari.

Ini merupakan periode kedua Mancini di Inter. Masa jabatan pertamanya berlangsung 2004 sampai 2008, saat mana ia membawa Inter tiga kali juara Serie A.

Ada cerita yang cukup aneh di saat-saat terakhir menjelang pemecatannya oleh klub pada 2008 lalu.

Waktu itu Mancini mengumumkan rencananya untuk mundur dari klub setelah kekalahan timnya dari Liverpool di babak 16 Besar Liga Champions.

Namun sehari sesudahnya ia masih tampak di lapangan latihan Inter, mengawasi anak buahnya seperti biasa.

Ia tampaknya lebih suka tinggal di klub meskipun baru saja mengumumkan bahwa ia akan berhenti pada akhir musim.

Presiden klub waktu itu Massimo Moratti mengatakan Mancini ingin menyelesaikan empat tahun sisa kontraknya.

“Aku sudah sedikit ngobrol-ngobrol dengan Mancini di mana ia menekankan kepada saya bahwa ia ingin tetap di Inter,” kata Moratti.

“Musim depan ia ingin memenangkan Liga Champions,” tambah sang presiden.

Ketika pembicaraan itu terjadi, Inter telah memenangkan dua gelar Serie A dimusim-musim sebelumnya, dan di musim yang tengah berjalan Inter unggul enam poin di puncak klasemen Serie A dengan 11 pertandingan tersisa.

Ketika menyampaikan keinginan untuk mundur, Mancini tidak memberikan alasan apa pun dan Moratti juga sama bingungnya, mengatakan dia masih tidak tahu mengapa pelatih membuat pernyataan mengejutkan itu, hanya untuk kemudian bilang ingin tetap tinggal pada hari berikutnya.

Sebelum pertemuan itu, Moratti mengatakan ia shock  dengan keputusan Mancini.

“Tentu saja saya tidak mengharapkan itu, dan tidak juga dengan orang-orang yang dekat dengannya,” katanya.

“Akan ada alasan untuk itu. Saya pikir itu mungkin sesuatu yang ada dalam pikirannya sejak pertandingan di Liverpool karena aneh sekali untuk keluar dengan sesuatu yang tiba-tiba seperti ini.”

Mancini, yang telah bertugas di Inter sejak tahun 2004, mengambil pelatihan seperti biasa pada hari Rabu, sehari setelah pernyataan mengejutkannya itu, tetapi tidak berbicara dengan wartawan.

Pada waktu itu mantan pelatih Chelsea dan Porto Jose Mourinho telah disebut-sebut sebagai favorit untuk mengambil alih jika Mancini bersikukuh dengan keputusan awalnya.

Setelah keriuhan di bulan Maret itu, di akhir musim –bulan Mei– Mancini benar-benar meninggalkan Inter. Presiden klub menyebut pernyataan mengancam mundur usai laga vs Liverpool itu sebagai alasan pemecatan.