Ancelotti : Liga Jerman Lebih Baik Dari Liga Italia

29

Carlo Ancelotti pernah merasakan beberapa Liga besar di Eropa dan ia tidak mendapat kesulitan ketika ditanyakan perbandingan antara Liga Jerman dan Liga Italia. Carlo Ancelotti datang ke Bayern Munchen awal musim ini menggantikan Pep Guardiola yang tidak memperpanjang kontraknya dan memilih memulai petualangan baru di Liga Inggris bersama Manchester City.  Ancelotti pernah merasakan atmosfir Liga […]

Liga Jerman  - Ancelotti : Liga Jerman Lebih Baik Dari Liga Italia

Carlo Ancelotti pernah merasakan beberapa Liga besar di Eropa dan ia tidak mendapat kesulitan ketika ditanyakan perbandingan antara Liga Jerman dan Liga Italia.

Carlo Ancelotti datang ke Bayern Munchen awal musim ini menggantikan Pep Guardiola yang tidak memperpanjang kontraknya dan memilih memulai petualangan baru di Liga Inggris bersama Manchester City.  Ancelotti pernah merasakan atmosfir Liga Italia baik saat sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Ancelotti sepanjang karirnya sebagai seorang pemain tidak pernah keluar dari Italia. Ia hanya pernah bermain bagi tiga klub, yaitu Parma (1976-79), AS Roma (1979-87), dan AC Milan (1987-92). Sedangkan karirnya sebagai pelatih jauh lebih ramai dibandingkan saat bermain, Ancelotti hingga saat ini sudah melatih 8 klub di 5 negara yang berbeda.

Awal memulai masa kepelatihannya saat menangani tim Italia seperti Reggiana, Parma, Juventus, AC Milan. Selanjutnya ia hijrah menuju Inggris menangani Chelsea, selang berapa lama kemudian ia kembali merasakan atmosfir liga yang berbeda bersama PSG di Prancis. Tahun 2013 ia berkesempatan melatih di Spanyol bersama salah satu klub terbaik di dunia, Real Madrid. Disana ia hanya bertahan dua musim sebelum akhirnya pada musim ini ia bergabung dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Dalam sebuah wawancara dengan radio Radio Rai, Ancelotti mengaku terkesan dengan suasana stadion di Liga Jerman yang selalu terisi penuh oleh pendukung mereka. Ia mengatakan hal tersebut berbeda dengan yang ditemuinya di Liga Italia.

“Dalam sudut pandang teknis saya tidak melihat banyak kesulitan,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu saat diminat membandingan Liga Jerman dengan Liga Italia. “Disini sama dengan di Italia, sulit untuk merekrut pemain top.

“Perbedaan adalah di atmosfir pertandingan. Disini semua stadion selalu penuh. Borussia Dortmund memiliki rata-rata 81 ribu penonton musim lalu,” tambahnya.

“Ini adalah klub yang hebat dengan organisasi yang baik. Klub ini dijalankan oleh mantan pemain mereka yang mengerti apa yang terjadi di ruang ganti. Ini adalah lingkungan yang baik. Orang-orang disini telah melakukannya selama bertahun-tahun. Ini hampir sama seperti yang pernah terjadi di Milan,” pungkas Ancelotti.