Bos Bayern Munchen Pelatih Tertua di Eropa

  • Pelatih Bayern Munchen Jupp Heynckes berharap belum kehilangan sentuhan emasnya walau Ia sempat beristirahat empat musim dari dunia sepak bola.

Jupp Heynckes

Jupp Heynckes yakin kemampuannya belum pudar bersama waktu meskipun sempat menyatakan pensiun dari dunia sepak bola pada 2013 silam.

Pria berusia 72 tahun itu telah resmi ditunjuk sebagai suksesor Carlo Ancelotti yang dipecat usai kalah telak dari Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Penunjukkan Heynckes kali ini merupakan yang keempat kalinya sepanjang karir kepelatihan profesional dan di musim pamungkasnya di 2012/13 Bayern Munchen mampu meraih tiga gelar sekaligus.

Tidak pelak prestasi tersebut sempat membuat Josep Guardiola dibanding-bandingkan dengan Jupp Heynckes, khususnya di Liga Champions di mana manajer Manchester City itu hanya bisa menghantarkan Der FCB ke semi-final tiga musim beruntun.

Walau telah absen dari dunia sepak bola sejak 2013, pelatih yang disebut-sebut tertua di dunia sepak bola Eropa ini yakin sentuhan emasnya belum hilang sebab Ia selalu mengikuti perkembangan saat ini.

“Saya menyaksikan perkembangan-perkembangan terkini, entah itu liga-liga asing dengan Real Madrid, Barcelona, Juventus atau Liga Inggris. Saya pun cukup sibuk dengan Liga Jerman,” ujarnya pada konferensi pers pengenalan ke publik.

“Ada beberapa alasan [kenapa saya kembali]. Ada karena persahabatan dengan Uli Hoeness dan hubungan dengan Karl-Heinz Rummenigge yang tidak pernah putus selama bertahun-tahun.”

“Saya pun berterima kasih banyak-banyak kepada Bayern. Mereka telah menjadi batu loncatan untuk karir [kepelatihan] di dunia internasional, yang kala itu berlanjut di Spanyol.”

“Di 2013 saya menyangka karir saya berakhir. Saya mendapatkan beberapa penawaran dari klub-klub top Eropa sejak meraih trebel tapi mereka tidak pernah menjadi pilihan untuk saya.”

“Para kritikus bilang bahwa saya sudah jauh dari sepak bola selama empat tahun tapi sepak bola tidak pernah lahir kembali. Saya mengikutinya secara seksama.”

“Usia hanya lah angka. Beberapa merasa sudah tua di umur 45 tahun. saya belum berubah. Saya bahkan merasa muda. Saya memiliki denyut jantung seperti pria di umur 60 tahun.”

“Tugas saya menganalisa situasi yang ada. Walau situasinya sulit, saya yakin kami akan bisa segera memperlihatkan wajah yang baru,” tegasnya.