Robert Lewandowski Dapat Balasan Pedas Dari Munchen

Robert Lewandowski secara mengejutkan telah dapat balasan yang cukup pedas dari Bayern Munchen atas ucapan sebelumnya.

Liga Jerman  - Robert Lewandowski Dapat Balasan Pedas Dari Munchen

Robert Lewandowski secara mengejutkan telah dapat balasan yang cukup pedas dari Bayern Munchen atas ucapan sebelumnya.

Tak terima, Bayern Munchen akhirnya mau membalas serangan dari pemainnya sendiri, Robert Lewandowski. Ia sebelumnya sempat katakan jika rekan setimnya tidak terlalu membantu dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak di Bundesliga musim sebelumnya. Jelas ucapan yang terlalu berani untuk disampaikan.

Suka atau tidak, ia toh sudah berhasil mencetak 30 gol di Bundesliga musim lalu. Meski banyak, namun jumlah golnya masih kalah kece badai dari striker Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang, yang sanggup cicil 31 gol dalam semusim. Hal itu tidak disukai oleh Lewandowski.

Lewandowski lantas kesal dengan Bayern Munchen yang ia bilai tak membantunya mencetak gol di laga terakhir melawan Freiburg, 20 Mei lalu. Masih ingat dalam pertandingan tersebut, mereka sejatinya bisa menang besar 4-1, namun Robert Lewandowski sama sekali tidak mencetak gol sebiji pun.

“Saya sudah sempat berbicara dengan Maik Barthel, agen Lewandowski dan menanyakan apa sih masalahnya? Dia lantas mengatakan jika sang pemain merasa tidak mendapat dukungan saat melawan Freiburg,” jelas CEO Bayen Munchen, Karl-Heinz Rummenigge, melalui Four Four Two.

“Tapi hei, saya tidak setuju dengan anggapan seperti itu. Dia (Lewandowski) sudah mendapat sejumlah peluang di laga itu berkat bantuan dari semua rekan setimnya,” protes Rummenigge dengan bahasa londo Jerman yang faseh.

Rummenigge berbalik serang Lewandowski dengan kesal. Ia nilai Lewandowski tidak perlu kesal karena sudah mencetak 60 gol dalam dua musim terakhir di Bundesliga berkat Bayern Munchen. Ia seharusnya bisa puas meski tanpa gelar top scorer.

“Saya hanya bisa bilang kalau pemain lain aslinya ada menginginkan dia untuk meraih gelar itu tetapi pada akhirnya ada hal yang tidak berjalan lancar. Ketika Anda sudah mencetak 60 gol di Bundesliga dalam dua musim terakhir, maka sudah selayaknya kalau Anda merasa puas. Ia harus tetap puas meski tanpa embel-embel top scorer,” pungkas Rummenigge.