Van Gaal Akui Terpaksa Mainkan Martial

17

Louis Van Gaal menurunkan Anthony Martial sebagai starter ketika Manchester United melawan PSV Eindhoven di fase grup Liga Champions, Rabu (16/9) dinihari WIB. Keputusan Van Gaal memainkan striker berusia 19 tahun itu mengejutkan banyak pihak.

Liga Inggris  - Van Gaal Akui Terpaksa Mainkan Martial
Berita Liga Champions : Van Gaal Akui Terpaksa Mainkan Martial

Louis Van Gaal menurunkan Anthony Martial sebagai starter ketika Manchester United melawan PSV Eindhoven di fase grup Liga Champions, Rabu (16/9) dinihari WIB. Keputusan Van Gaal memainkan striker berusia 19 tahun itu mengejutkan banyak pihak.

Banyak pengamat menilai, Martial belum layak dipasang sebagai starter karena masih minim pengalaman bertanding di level tinggi. Tapi Van Gaal punya alasan kenapa pemain asal Perancis itu dimainkan.

Kepada The Guardian, Van Gaal mengungkapkan bawah ia “tidak punya pilihan lain selain menurunkan striker 19 tahun” untuk mengisi posisi striker utama. Pasalnya Wayne Rooney tidak bisa tampil karena cedera. Di sisi lain, MU sudah tidak punya stok striker mumpuni setelah mereka menjual Robin van Persie dan Javier Chicharito Hernandez.

Ketiadaan striker berpengalaman dituding sebagai penyebab MU kalah 1-2 dari PSV Eindhoven dalam laga dihari tadi. Padahal MU mendominasi penyerangan, namun tak mampu memaksimalkan sejumlah peluang emas yang didapat. MU sempat unggul dulu lewat Memphis Depay, namun kemudian tumbang lewat gol Luciano Narsingh dan Hector Moreno.

Kondisi itulah yang disesalkan oleh mantan bintang MU, Paul Scholes. Dia menilai MU telah berbuat kesalahan dengan menjual penyerang-penyerang berpengalaman. Menurut Scholes, Martial belum cukup matang untuk dimainkan sebagai starter.

“Manchester United telah membiarkan tiga atau empat penyerangnya pergi. Bila mereka bisa menjaga Van Persie atau Chicharito, mereka pastinya tampak cukup kuat. Mereka itu bisa mencetak gol,” kata Scholes.

“Martial berpotensi untuk menjadi ancaman saat ia diturunkan sebagai pemain pengganti. Namun saya pikir menjual Van Persie dan Chicharito adalah sebuah kesalahan,” pungkasnya.

Sementara Van Gaal sendiri mengakui kalau kekalahan timnya lebih dikarenakan mereka tak mampu memaksimalkan banyak peluang yang didapat. Menurut, jika timnya berhasil mencetak gol kedua, maka dipastikan mereka pulang membawa kemenangan.

“Ketika Anda unggul 1-0, jika Anda mencetak gol kedua maka game over,” ungkap Van Gaal di situs resmi klub. “Itu yang terjadi pada malam ini.”

“Kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena kami sudah menciptakan begitu banyak peluang. Setelah laga melawan Tottenham Hotspur, saya bilang bahwa kami harus mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan. Pada hari ini kami seharusnya bisa mencetak begitu banyak gol tapi hasilnya selalu seperti itu,” tambahnya.