Alexis Sanchez Bekerja Sangat Keras Untuk Arsenal

10

Arsene Wenger mengatakan bahwa striker mereka, Alexis Sanchez telah menambah mental juang tim untuk pertandingan musim ini.

Liga Inggris  - Alexis Sanchez Bekerja Sangat Keras Untuk Arsenal

Liga Inggris  - Alexis Sanchez Bekerja Sangat Keras Untuk Arsenal

 

Arsene Wenger mengatakan bahwa striker mereka, Alexis Sanchez telah menambah mental juang tim untuk pertandingan musim ini.

Sanchez, usia 27 tahun, sejauh ini menjadi pemain yang paling menonjol di The Gunners, ia telah menciptakan total 10 gol bagi tim, termasuk dua gol yang ia ciptakan pada laga kemenangan 3-1 atas Bournemouth pada hari Minggu kemarin.

Dia sedang berada di performa terbaiknya di musim ini setelah pindah posisi ke bagian tengah lini depan, di mana energi dan semangatnya telah membuat banyak bek kelimpungan, namun Wenger mengatakan performa bagusnya itu juga membentuk suatu mentalitas yang berbeda.

“Kupikir Alexis menambahkan niat untuk berjuang dalam permainannya dan juga permainan tim, dia seorang pemenang, dia ingin memenangkan semua pertandingan dan dia melakukan apa yang diperlukan untuk memenangkan pertandingan,” ujar Wenger di situs resmi klub.

“Aku yakin dia telah jauh berkembang, dia bekerja keras untuk tim dan ketika dibutuhkan dalam pertandingan, dia bekerja sangat keras demi tim.”

Sanchez kemungkinan besar akan diistirahatkan di pertandingan Piala EFL pada hari Rabu melawan Southampton, ketika Lucas Perez yang baru saja sembuh dari cedera pergelangan kaki akan kembali bermain bersama tim. Tapi tampaknya pemain kelahiran Chili tersebut akan tetap menjadi pilihan utama Wenger, bahkan ketika Olivier Giroud sedang fit untuk bermain sekalipun.

“Dia memiliki naluri seorang striker murni,” ujar Wenger. “Dia ingin mendatangi anda. Ketika dia mendapatkan bola, dia berlari ke depan dan dia berlari menuju bek. Dia menunjukkan, meskipun terkadang berlebihan, bahwa menggiring bola adalah kualitas yang penting bagi seorang striker.”

“Itu adalah permainannya dan anda tidak ingin membuat dia keluar dari permainannya. Giringan bolanya provokatif, giringannya bukan untuk mempertahankan bola, tapi untuk membuat kerusakan di lini bertahan lawan.”