Arsenal vs Anderlecht: Tuan Rumah Bisa Menang Meski Tidak Mudah

Dengan jam berdetik menuju menit ke-89 di Brussels dua pekan lalu, Anderlecht memimpin atas tim Arsenal 1-0, sebuah hasil yang akan membawa bahaya terhadap peluang tim tamu Inggris itu untuk maju ke fase knock out Liga Champions.

Namun pada saat peluit akhir dibunyikan lima menit kemudian, kubu Arsenallah yang gembira, setelah menang 2-1 berkat gol terlambat dari Kieran Gibbs dan Lukas Podolski.

Dengan hasil itu maka Arsenal akan pasti mengamankan satu posisi di babak 16 Besar untuk musim ke-15 kalinya berurutan, jika Galatasaray gagal menang di laga tandang mereka melawan pemimpin Grup D, Borussia Dortmund, dan anak-anak asuhan Arsene Wenger itu mengalahkan sang juara Belgia di Emirates Stadium, Rabu dinihari WIB.

Namun, pelatih asal Prancis itu menyatakan, tak ada yang pasti di bawah langit ini.

“Kami menghormati mereka karena mereka memberi kami pertandingan yang sulit,” katanya pada konferensi pers pra-pertandingan, Senin.

“Kami memiliki sedikit kemenangan ajaib karena harus menunggu sampai menit terakhir, tapi itu juga kualitas kami dalam pertandingan itu. Kami telah diperingatkan, kami telah belajar banyak dari pertandingan itu dan kami ingin memenangkan pertandingan ini di Emirates.”

Laga kualifikasi mereka ke fase knock out pantas mendapat pujian, tetapi juga telah membawa banyak rasa frustrasi.

Selama empat tahun terakhir Arsenal selalu lolos sebagai runner-up grup dan lalu dihajar di babak 16 Besar melawan tim-tim seperti Barcelona, Milan dan selama dua musim terakhir, Bayern Munich. Pada setiap kesempatan, kompetisi Eropa Arsenal telah berakhir sebelum tahap perempat final.

“Akan selalu lebih baik bahwa Anda finish di urutan pertama karena dalam beberapa cara Anda merasa bersalah jika Anda tidak finish pertama,” kata Wenger. “Orang-orang berpikir jika Anda kalah kemudian maka Anda layak mendapatkannya, karena Anda finish kedua (di grup).”

Untuk berpikir tentang menjadi penantang utama di Liga Champions musim ini, atau memang di Premier League di mana mereka ketinggalan sembilan poin di belakang pemimpin Chelsea, Arsenal masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Setelah mereka lolos dengan kemenangan di Belgia, Arsenal telah menaklukkan Sunderland dan Burnley di Liga Premier – dua kemenangan gara-gara Alexis Sánchez.

Rekrutmen musim panas dari Barcelona itu telah menjadi pemain kunci dalam beberapa pekan terakhir, memberi intensitas dan ketajaman yang seringkali kurang dari orang-orang di sekitarnya. Empat gol dalam dua kemenangan terakhir itu telah membawa catatan golnya menjadi sembilan dari 13 penampilan.

Arsenal akan berharap si pemain Chile akan segera mendapat dukungan gol dan assist dari Theo Walcott. Pemain depan yang bisa berlari secepat kilat itu membuat penampilan pertamanya dri bangku cadangan di laga vs Burnley setelah sembilan bulan absen cedera.

Wenger tidak menyampaikan apakah ia bisa mulai sebagai starter pada hari Selasa. Jack Wilshere absen karena sakit, sementara Laurent Koscileny, Mesut Özil, Mathieu Debuchy, Olivier Giroud dan David Ospina masih cedera. Wojciech Szczesny baru saja kembali dari suspensi yang membuatnya absen dua pekan lalu.

Setelah kekecewaan pahit di rumah, Anderlecht sekarang realistis perlu mendapatkan kemenangan di Emirates guna menjaga peluangnya maju dari babak penyisihan grup untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Pelatih Besnik Hasni, mengakui bahwa hasil dari pertandingan pertama melawan Arsenal masih terasa menyakitkan.

“Kebobolan satu gol dan mendapatkan satu poin adalah satu hal; hal lain adalah kehilangan permainan sepenuhnya. Tak seorang pun melihat bola itu datang dan itu memiliki dampak yang sangat negatif pada skuad muda saya,” katanya. “Jika Arsenal lebih baik dari kita maka saya tidak punya masalah menyampaikan ucapan selamat; namun di pertandingan pertama saya tidak berpikir kita memperoleh hasil yang pantas.”