Bos Arsenal Sebut Paul Pogba Rusak Pasaran Pemain

Seusai Manchester United memboyong pulang Paul Pogba dengan harga fantastis, pelatih Arsenal Arsene Wenger merasa dirinya kesulitan untuk mendatangkan pemain baru.

Seusai Manchester United memboyong pulang Paul Pogba dengan harga fantastis, pelatih Arsenal Arsene Wenger merasa dirinya kesulitan untuk mendatangkan pemain baru.

Arsene Wenger secara tidak langsung menyindir langkah Manchester United yang resmi diperkuat Paul Pogba, yang menurutnya akan membuat Arsenal dan klub-klub lainnya kesulitan.

Hubungan Wenger dengan Jose Mourinho kembali memanas dengan saling berbalas komentar dan sindiran di media massa.

Pada MUTV, Mourinho menyatakan ketidaksukaan dengan komentar Wenger yang menganggap pembelian Pogba sebagai sesuatu yang gila.

Tidak lama setelah United memboyong Pogba, Manchester City melakukan pergerakan dengan mengumumkan John Stones sebagai pemain mereka di musim depan.

Stones dibeli dari Everton dengan harga sebesar Rp 850 miliar oleh City untuk memperkuat lini belakangnya.

Oleh karenanya, Wenger berpendapat jika besarnya uang yang terlibab membuat jalannya dunia sepak bola Inggris dalam soal transfer berjalan tidak dapat diprediski.

“Harga seorang pemain sangat tergantung kepada talentanya, pengharapan untuk memperkuat lini tertentu, usianya dan tentu saja harga jualnya di masa depan,” ujar manajer berjulukan The Professor ini.

“Ketika anda berbicara soal Pogba, maka ia memenuhi syarat-syarat tersebut. Tapi kita saat ini berada di sebuah sistem yang tidak kita kuasai.”

“Kami harus mengikuti harga yang telah dibayarkan orang lain (untuk pemain lainnya). Hal tersebut sudah berjalan sebab ketersediaan uang pun mulai meningkat. Itu sebabnya kita melihat ada pembelian melewati Rp 1,6 triliun untuk pertama kalinya.”

“Hal tersebut membuat pasar kian tidak dapat diprediksi. Ketika sebelumnya anda bisa memperkirakan harga seorang pemain, saat ini identitas klub menjadi hal utama dalam hal transfer dibandingkan yang lainnya.”

“Jika anda pergi ke Spanyol dan anda adalah sebuah klub Inggris (untuk mencari pemain), langsung saja terjadi kenaikan harga. Jadi menurut saya, klub-klub Perancis merupakan yang menerapkan harga yang masuk akal.”

“Jika ada klub Inggris mencari pemain, langsung saja harga melonjak naik karena mereka tahu di Inggris uangnya banyak (hak siar tv).”

Bagi Arsenal sendiri, klub asal London ini merasa kesulitan usai mendapatkan penolakan dari Jamie Vardy yang memilih membubuhkan perpanjangan kontrak bersama Leicester City.

Namun demikian, Arsene Wenger siap untuk membayar mahal seorang pemain andai pemain tersebut dianggap layak.

“Kami akan segera membelanjakan uang yang kami miliki. Tapi kami menghargai uang yang kami miliki saat ini. Sangat sulit untuk menemukan pemain berkualitas yang tersedia di pasaran.”

“Meski besaran uang yang ada di Inggris, pergerakan transfer malahan berjalan sedikit,” tambah manajer yang kontraknya akan habis tahun depan ini.

Sepakbola.cc